• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Kenduri Kebangsaan Bangun Semangat Seluruh Elemen Masyarakat Aceh

21 February
22:00 2020

KBRN JAKARTA : Yayasan Sukma dan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR RI dan DPD RI asal Aceh akan menggelar acara Kenduri Kebangsaan di Sekolah Sukma Bangsa, Bireun, Aceh. Acara akan dilaksanakan pada 22 Februari 2020. 

Ada tiga tujuan utama kegiatan ini. Pertama, membangun kembali semangat keacehan, keislaman, dan keindonesiaan. “Kedua, ingin mempersatukan seluruh elemen masyarakat Aceh,” ungkap salah satu Steering Committee Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi dalam Konferensi Pers Kenduri Kebangsaan, di Jakarta, Kamis (13/2).

Dan ketiga, sambung Taufiq, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait keacehan sebagai suatu warna dan kekayaan bangsa Indonesia yang harus dijaga dan dikembangkan. Acara Kenduri mengambil tempat di Bireun, mengingat Bireun pernah menjadi ibu kota pemerintahan RI pada saat kondisi darurat pascakemerdekaan.

 “Walaupun hanya dua hari saja atau 48 jam,” ungkap Direktur Eksekutif Yayasan Sukma, Ahmad Baedowi yang juga hadir dalam acara. Alasan terpenting lainnya, lanjut Baedowi, Bireun merupakan kota pendidikan tertua di Aceh. “Sekolah Sukma Bangsa (SSB) juga menempatkan Bireun sebagai tempat pertama pembangunan sekolah. Saat ini SSB memiliki tiga sekolah, yakni di Bireun, Pidie, dan Lhokseumawe,” sambung Baedowi.

Dalam pandangan Forbes, Kenduri Kebangsaan ini begitu penting. "Karena itu kami mengundang berbagai elemen masyarakat, termasuk insan media, agar dapat menyaksikan Kenduri Kebangsaan ini sebagai bagian dari momentum Pulang Kampung Membangun Aceh,” ujar Ketua Forbes Muhammad Nasir Djamil.

 Kegiatan ini memiliki urgensi untuk meningkatkan kembali semangat masyarakat Aceh dan segenap elemen pemangku kebijakan, termasuk ulama dan elite politik di Aceh agar dapat membangkitkan kembali posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI melalui keteladanan para pejuang Aceh.

Saat ini, meskipun Aceh memiliki kekhususan dari segi politik punya partai lokal dan keistimewaan karena adanya Lembaga Keistimewaan Aceh, namun pertumbuhan ekonomi dan kehidupan sosial-keagamaan di Aceh belum sepenuhnya membaik.

“Karena itu seluruh elemen dan elite politik di Aceh harus membangkitkan kembali posisi kesejarahan Aceh dalam konteks NKRI melalui keteladanan yang pernah ditunjukkan para salafus shalih Aceh. Di sini kami melihat urgensi Program Pulang Kampung Membangun Aceh melalui Kenduri Kebangsaan. Semoga semua niat, persiapan, yang telah berjalan mendapat keridhaan dari Allah SWT,” pungkas Nasir. (FIK/MS)

00:00:00 / 00:00:00