• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

DLHK Lhokseumawe Pantau Lokasi Matinya Ikan Diduga Tercemar Limbah

19 February
20:43 2020

KBRN, Lhokseumawe : Jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLHK) Lhokseumawe melakukan pemantauan langsung ke lokasi matinya ikan di kawasan pantai Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Rabu (19/02/2020).

" iya benar kami melakukan peninjauhan, sebelumnya informasi itu dari salah satu media massa yang menyampaikan bahwa banyak ikan mati di pinggiran laut kawasan Blang Naleung Mameh. Kejadian itu sudah beberapa hari lalu yang ditemukan ikan mati oleh nelayan setempat. Berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan bahwa kami tidak menemukan lagi sisa ikan atau ikan yang mati sepanjang pesisir itu," pungkas Kasi Pengawasan Pengendalian dan Pemulihan DLHK Lhokseumawe, Dwi Silviana, saat dikonfirmasi RRI di ruang kerjanya 

Dari informasi yang dihimpun pihkanya banyak ikan yang mati tidak hanya di kawasan pantai Blang Naleung Mameh namun ada juga diseputaran pantai tidak jauh dari pelabuhan Kreung Geukuh. Pengakuan nelayan di kawasan setempat bahwa kejadian serupa bukan kali pertama ini, tetapi sudah beberapa kali, terkait apakah ada tercampurnya air laut dengan limbah, pihaknya tidak dapat memastikan dikarenakan tidak ada pengujian laboratorium.

"Lagi pula beberapa hari terakhir ada hujan dan panas, itu kan membuat air laut cepat sekali dinetralisir. Jadi, hasil verifikasi kami untuk dugaan atau hal yang menduga-duga belum bisa kita sampaikan bahwa itu kesalahan siapa. Akibat, apakah dari limbah dan di situ paling dekat adalah PT PIM, itu juga tidak bisa kami pastikan karena tidak melakukan pengambilan sampel mengingat di lapangan sudah tidak ada apa-apa lagi," terang Dwi Silviana.

Pasca meninjauh lokasi matinya ikan  pihaknya akan berkoordinasi dengan BLHK Aceh Utara untuk mendalami kejadian ini, Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat, jika kematian ikan kembali terjadi di kawasan tersebut, maka diharapkan segera melaporkan ke BLHK setempat.

Sementara itu, Manajer Humas PT PIM, Nasrun, mengungkapkan, bahwa pihaknya telah melakukan pengambilan sampel air laut di empat titik pada 18 Februari 2020, lalu. Lokasi itu yakni area Pelindo PH air laut 8,32, area dermaga PIM PH air  8,43, area Asean PH air  8,35, dan area ujung pelabuhan PH air laut menunjukan 8,25. (MS)

 

00:00:00 / 00:00:00