• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Sempat Berduel, Pedagang Mie Aceh Terduga Tewasnya Pria Bertato di Medan

11 February
18:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Lhoksukon : Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman sapaan Haji Uma, mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap tiga pedagang mie Aceh yang menjadi tersangka kasus tewasnya Abadi Bangun pria asal Sumatera Utara (Medan).

Sebelumnya tiga penjual mie Aceh berduel dengan  pria bertato, di Delicios Cafe-Mie Aceh Pasar Baru, Kelurahan Titirantai, Medan Baru, Sumatera Utara, Rabu (29/1/2020), telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tewasnya Abadi Bangun pria asal Sumatera Utara (Medan).

Surat permohonan penangguhan tahanan bernomor: 10.1/22/B-01/II/2020 telah diajukan kepada Kapolrestabes Medan perihal: Permohonan Penangguhan Penahanan atas nama Mahyudi (38), Mursalin (32) dan Agussalim (32) yang ditandatanganinya pada 05 Februari 2020. di antar langsung Haji turut  didampingi Safrizal (Tokedan) Pengusaha Muda Lhokseumawe kepada keluarga Mahyudi pada Sabtu(8/2/2020) di Medan

Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman kepada RRI Lhokseumawe berharap surat permohonan Penangguhan Penahanan atas nama Mahyudi (38), Mursalin (32) dan Agussalim (32) yang ditandatanganinya pada 05 Februari 2020, dapat dikabulkaan.

“Saya harapkan surat Penangguhan Penahanan itu dapat dikabulkan  oleh Kapolrestabes Medan, sehingga ketiga warga Aceh tersebut, bisa berkumpul kembali dengan keluarga masing-masing mengingat anak-anak mereka masih sangat kecil.”harap Haji Uma, Selasa (11/2/2020).

Menurut Haji Uma, walaupun surat Permohonan Penangguhan Penahanan sudah diajukan kepada Kapolrestabes Medan, Namun dirinya tetap menghormati proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh penegak hukum di Medan.

“Saya juga mengharapkan kepada majelis hakim dapat membebaskan ketiga warga Aceh tersebut, sehingga menyebabkan tewasnya Abadi Bangun, karena saat itu  Mahyudi hanya melakukan pembelaan diri, dan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai pengelola usaha café mie Aceh untuk melindungi para pekerja.”pintanya

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00