• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Mahasiswa Desak Kapolda Aceh Usut Pelaku Kekerasan Pers

27 January
21:14 2020
0 Votes (0)

KBRN Lhokseumawe: Prihatin dengan nasib Jurnalis yang terintimidasi dalam menjalan tugas dan fungsi penyampaian infomasi Publik, Sejumlah mahasiswa tergabung Solidariotas Masyarakat untuk Rakyat (SMUR) menggelar aksi terkait Pembungkaman Demokrasi  dan undang Pers di indonesia .pengancaman terhadap wartawan.

Dalam aksi Treatrikal terkait kronologis kekerasan Pers  yang sempat menarik perhatian sejumlah pengguna jalan di Simpang Kuta Blang Kota Lhokseumawe (Senin,27/01/2020) Koordinator Aksi Firman Akbar menuding Oknum Aparat Kepolisian telah mati rasa dan bersikap tidak Profesional dalam menanggapi penyelesaian  kasus dengan Undang Undang no 40 Tahun 1999 tentang Pers , bukan sebaliknya  sebaliknya menjerat Wartawan dengan Pasal 335 UU KUHP.

Salah satunya disebutkan kasus  intimidasi dan Diskrimasi terhadap jurnalis,  seperti pemukulan dan pengancaman wartawan Aidil  firmainsya di Kabupaten Aceh Barat juga pembakaran rumah Wartawan medias Lokal Harian Serambi  Indonesia  di kabupaten Aceh Tenggara yang belum terselesaikan hingga sekarang ini.

Bentuk pembungkaman Aparat penegak hukum terhadap Kasus pembakaran rumah Asnawi Wartawan Harian Sermbi  Di Aceh Tenggara  dilakukan oknum tidak bertanggung jawab Oleh oknum tertentu dikakatan Kordinator Aksi Unjuka rasa Firman Akbar perlu mendapat perhatian semua pihak. Dalam hal ini ia  menyatakan  keprihatinan terhadap kinerja Aparat Kepolisian yang tidak mampu melakukan pengungkapan kasus  yang terkesan  semakin berlarut larut tanpa kepastian hukum

,’Dalam merespon bentuk intimidasi dan Dikriminasi terhadap wartawan , kami  Sebagai Mahasiswa Pro jurnalis sangat menyayangkan terhadap kebebsan Pers yang di abaikan untuk kepentuingan pihak tertentu  .seharusnya  Undang  Undang yang telah dirancang dan disahkan tersebut direpresentatif secara nyata dan benar, bukan sebaliknya Menjerat wartawan ,” Teriak Koordinatror Aksi sambil Menggepal tangan

Selain menyampaikan tuntutan untuk memnegmbalikan hak kebebasan pers yang selama ini telah pudar, kalangan Mahasaiswa juga mendesak Kapolres Aceh Barat  untuk mengubah penetapan status pengancaman aidil firmansyah dari pasal 335 KUHP ttentang Perilaku tidak menyenangkan menjadi undang undang No 40 tahun 1999 tentang yang lex Specialist atau berlaku khusus .

Desakan tersebut juga ditujukan kepada kapolda Aceh Untuk mengusut Tuntas kasus pembakaran Rumah Asnawi Abdullah wartawan Media cetak L:ojkal Harian Serambi Indonesia yang sudah berlarut  larut tanpa kepastian Hukum sejak kejadian 6 enam bulan lalu.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00