• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Press Release

Ulama Aceh Bahas Harta Warisan Tak Punya Wali dan Hukum Bunga Bank Tanpa Akad

26 January
21:58 2020
0 Votes (0)

KBRN, Aceh Timur: Sejumlah Ulama Kharismatik di provinsi Aceh, kembali menggelar Muzakarah membahas beberapa isu kekinian yang masih menyimpan tanda tanya dan keraguan warga masyarakat muslim di Aceh.

Muzakarah Ulama se-Aceh ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 25 s/d 26 Januari 2020 yang diselenggarakan di Pesantren Al-Maimanah, Desa Keude Dua Kecamatan Darul Ihsan Kabupaten Aceh Timur.

Pimpinan Pesantren Al-Maimanah Tgk H Abdul Wahab (Abu Keude Dua) mengatakan bahwa Muzakarah Ulama kali ini membahas persoalan Harta Warisan yang tidak punya wali, kepemilikan tanah, batas I’tibar gharim bagi yang berhak menerima zakat, hukum bunga bank yang tidak disebutkan dalam akad, Hukum bagi peserta MTQ Perempuan yang dihadiri penonton laki-laki, cara merealisasi hasil muzakarah ulama terdahulu tentang ta’adud jumat dan siapakan perawi hadist dan bagaimana pengertian sebenarnya, ujar Abu Keude Dua.

"Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berhadir dan mendukung serta berpartisipasi dalam acara Muzakarah Ulama ini", ungkap Abu lagi.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny, S.Ag,MM yang mewakili Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT membuka secara resmi acara Muzakarah Ulama se Aceh dalam sambutannya saat membuka Acara Muzakarah menyampaikan salam hangat dari Plt Gubernur Ir Nova Iriansyah MT.

Plt Gubernur mengatakan semoga hasil muzakarah nanti dapat menjadi ilmu pengetahuan baru sehingga dapat menjadi referensi dan rujukan semua pihak dalam berpedoman. Selain itu, semoga rujukan ulama ini juga dapat mewujudkan generasi Aceh yang Meuadab sesuai dengan visi misi Pemerintah Aceh dalam Program Aceh Hebat.

Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah juga mengatakan bahwa Pemerintah Aceh menyambut hangat seluruh muzakarah-muzakarah ulama, Karna pemerintah sadar bahwa Pemerintah sangat terbatas dalam persoalan mendasar ilmu-ilmu agama, untuk itu dengan adanya muzakarah semacam ini, Pemerintah merasa sangat terbantu, ujarnya.

Plt Gubernur juga berkomitmen bersama ulama dayah Aceh untuk tetap menegakkan i’tikad Ahlul Sunnah wal jamaah di Aceh. "Kita jalankan syariat Islam di Aceh berdasarkan i’tikad Ahlul Sunnah wal jamaah. Untuk itu Plt Gubernur memohon agar Ulama dayah terus bersinergi dengan Pemerintah", seperti yang ditegaskan Kadis Pendidikan Dayah Aceh Usamah El-Madny dalam sambutannya.

(Ket.Foto: Liputanaceh.com)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00