• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Pengikut Sunda Empire di Aceh Belum Terlalu Banyak

25 January
17:36 2020
0 Votes (0)

KBRN, Lhoksukon: Governer Nusantara Area I (Satu) Sunda Empire, Ismail, ketika dihubungi RRI, Sabtu (25/01/2020) menyampaikan, bahwa Sunda Empire adalah sebuah Kekaisaran yang sudah ada sejak jaman dahulu. Sunda Empire juga merupakan Kekaisaran Matahari.

Sementara Eart Empire adalah sebuah Kekaisaran Bumi. Sunda Empire dan Eart Empire sudah ada sejak tahun 323 Before Cruaise (BC) atau sebelum Masehi.

"Itu pada zamannya Alexander The Great pada Dinasti Helenik dan sehingga turun temurun sampai saat ini pada Dinasti Sunda Kala The Great yang ada di Bandung, Jawa Barat", ungkap Ismail kepada RRI, yang mengaku saat ini berdomisili di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Sunda Empire yang ada di Aceh saat ini juga merupakan bahagian dari Sunda Empire yang ada di Bandung. Pemimpin tertingginya adalah Nasri Banks, bergelar His Royal Imperial Highnes Grand Prime Minister Perdana Menteri Yang Mulia Dunia Sunda Empire-Eart Empire, Grand Master United Nation (UN).

"Di Aceh ini kita belum terlalu banyak pengikutnya. Karena untuk menjalankan program kemanusiaan butuh dana kemanusiaan kan begitu. Jadi, dana kemanusiannya sedang diurus oleh pimpinan yang di bandung kepada pihak Internasional", sebutnya lagi.

Tetapi di Aceh, Sunda Empire yang paling aktif berada di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Timur, dan Wilayah tengah Aceh. Bahkan Ismail memimpin Sunda Empire di 23 Kabupaten/Kota se-Aceh serta meliputi sebagian wilayah Sumatera Utara (Sumut) yakni Kabupaten Nias, Karo, dan Tapanuli.

Mereka menjalankan program kemanusiaan berbagai bidang diantaranya, Sosial, Kesehatan, Pendidikan, Hukum, Pertanian, Pertambangan, dan Rescue bencana alam.

Sumber Dana dari UBS Bank Swiss dan saat ini tengah dilakukan pendirian Bank Aset di Bandung, serta dana internasional tersebut akan cair bulan Agustus 2020 ini.

Governor Nusantara I Sunda Empire ini juga mengaku, sudah dipanggil dan diperiksa aparat kepolisian di Polres Bener Meriah terkait keberadaan organisasinya itu. 

Hasil pemeriksaan kepolisian sebutnya lagi, tidak ada unsur tindak pidana yang mereka langgar. Kami hanya baru mengadakan aktivitas silaturrahmi, sosialisasi, audiensi, hanya baru itu. Jadi, kami tidak melakukan kegiatan yang meresahkan, pungkas Ismail, kepada RRI, sembari meminta agar Sunda Empire jangan di kait-kaitkan dengan Keraton Agung Sejagat.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00