• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sempat Viral, Spanduk 'Selamat Datang di Provinsi Termiskin se-sumatera' Diturunkan

23 January
20:01 2020
1 Votes (5)

KBRN, Lhokseumawe: Sempat menjadi viral serta mengundang ratusan komentar dan percakapan di berbagai akun media sosial (medsos), Spanduk ucapan "Selamat Datang di Provinsi Termiskin se-sumatera" akhirnya diturunkan petugas Satpol-PP.

Spanduk tidak satu lembar, tapi dipasang di beberapa titik di wilayah Aceh. Bahkan ada yang tertulis "Selamat dan Sukses Kepada Pemerintah Aceh Atas Prestasi Menjadi Juara Bertahan Sebagai Provinsi Termiskin se-sumatera".

Entah siapa yang memasang spanduk bernada sindiran tersebut. Namun dari pantauan RRI, foto-foto spanduk itu disebar ke grup Facebook, Twitter, hingga Whatsapp Messenger (WA) dalam beberapa hari terakhir ini.

"Bereh, harus na yang peu ingat, meu han laloe sabe. (Beres, harus ada yang mengingatkan, kalau tidak bisa lalai selalu", komen salah seorang anggota grup Aceh +29 di twitter.

Sementara anggota grup tersebut yang lainnya juga berkomentar, semoga kita semua ingat apa kata Rizal Ramli, Aceh terima dana otsus tapi daerah paling miskin.

Baca Juga: Rizal Ramli : Aceh Terima Dana Otsus, Tapi Daerah Paling Miskin

Begitu juga pantauan RRI di Grup Facebook seluruh Aceh, juga memposting foto spanduk "Selamat dan Sukses Kepada Pemerintah Aceh Atas Prestasi Menjadi Juara Bertahan Sebagai Provinsi Termiskin se-sumatera" yang diturunkan aparat satpol-pp.

Bahkan mereka membubui postingan foto dengan ungkapan status "Kalau boleh saya bertanya atas dasar apa spanduk ini diturunkan...?".

Baca Juga: Kemiskinan Aceh Diduga Karena 'Salah Urus' Anggaran

Postingan menuai Like (menyukai) hingga emoticon tertawa sebanyak 349 kali dan 103 Komentar.

Sementara itu, Pakar ilmu Ekonomi manajemen, Universitas Malikussaleh (Unimal) Kabupaten Aceh Utara, Mohd. Haikal, kepada RRI, mengaku, Kamis (23/01/2020) juga menyimak postingan spanduk berisi sindiran itu di berbagai akun medsos.

"Mengundang decak kagum dan gelak tawa saya juga ini", ucapnya ketika ditanya RRI sambil tersenyum lebar.

Menurutnya, spanduk-spanduk tersebut tidak saja bernada sindiran kepada penguasa, namun juga sepertinya sebagai bentuk protes.

Gaya baru cara menyampaikan aspirasi protes yang ditunjukkan publik di Aceh. Mereka tidak berunjuk rasa atau demo. Tetapi memasang spanduk, pungkas Mohd. Haikal, sambil menahan tawanya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00