• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Santri Dayah Lhok Mon Puteh, Olah Sampah Plastik Jadi Rupiah

22 January
18:37 2020
2 Votes (4)

KBRN, Lhokseumawe: Mengelola sampah selain dapat menjaga kebersihan lingkungan hidup, ternyata juga bernilai ekonomis jika dikelola dengan sistem pengolahan Bank Sampah. Sudah menjadi rahasia umum jika proses daur ulang sampah plastik memiliki nilai jual kembali di pasaran.

Hal ini juga sudah dibuktikan para Santri Dayah (Pesantren) Darul Ulum Al-Munawwarah, Gampoeng Lhok Moun Puteh, Kecamatan Muara dua, Kota Lhokseumawe, pimpinan Tengku H. Abubakar Ismail (Abati). Beliau juga merupakan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe saat ini.

Pada Rabu (22/01/2020) pagi, RRI Lhokseumawe melihat langsung proses pengolahan sampah plastik di Komplek Dayah tersebut menjadi Rupiah. Ada banyak tumpukan botol minuman bekas, hingga sampah berbahan atom plastik lainnya, yang disusun rapi dan telah dimasukkan ke dalam karung goni. 

Proses pengolahan daur ulang sampah plastik di Dayah Lhok Moun Puteh Lhokseumawe ini, melibatkan pihak pendamping dari Bank Indonesia (BI) Cabang Lhokseumawe, hingga didatangkan juga pendamping pelaksana dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Diceritakan Muhammad Nasruddin, kepada RRI, salah satu pendamping dari Ponpes Al-Ashriyyah Nurul Iman, sampah plastik digiling kemudian dijemur, lalu dijual ke penampung di Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Selama ini sampah masih dianggap sampah dan tidak bernilai. Padahal sampah berbahan plastik, dan botol air mineral dalam kemasan, kalau di cacah bisa menghasilkan nilai rupiah yang tinggi", ungkap Muhammad Nasruddin, yang ditanya RRI.

Selain itu katanya, ada juga yang sudah mengumpulkan sampah plastik di masyarakat. Akan tetapi, masih seadanya tidak dikelola dengan baik atau dijual dalam bentuk mentah, sehingga kurang ada nilai tambahnya. Tetapi, jika sudah di cacah seperti ini bisa memiliki nilai tambah bekali lipat.

Sedangkan menurut Abati, Pimpinan Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah, Lhok Moun Puteh Lhokseumawe, dengan adanya pengelolaan sampah plastik melaui program bank sampah, pihaknya telah menghemat biaya pengangkutan sampah untuk dibuang keluar.

"Biasanya tiap bulan kita keluarkan biaya untuk membuang sampah sampai 1,5 juta rupiah perminggu. Namun dengan adanya mesin tersebut sampah tidak lagi dibuang keluar", katanya.

Disamping itu, dari hasil mengolah sampah plastik itu, menjadi biaya tambahan dan uang masuk bagi operasional pesantren.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00