• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Petani Keluhkan Sistim Pendistribusian Pupuk

22 January
15:48 2020
0 Votes (0)

KBRN Lhokseumawe:Mengatasi kelangkaan Pupuk Penyubur tanaman padi dengan harga terajngkau Pemerintah diharapkan dapat melakukan perbaikan sistim pendistribusian Pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan petani dimusim tanam. 

Meski belum terlihat dampak  jelas pada aktifitas pertanian, namun ketersediaan Pupuk penyubur tanaman yang sulit didapat dengan harga terjangkau dirasakan seakan tidak pernah lepas dari keluhan dikalangan petani di Kabupaten Aceh Utara juga Kota Lhokseumawe. Seperti dikatakan Penggiat lingkungan didesa Blang Weu Baroh Kecamatan Blang Mangat Lhokseumawe, zulfikar, Rabu 22/01/2020,  mau tidak mau petani harus mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk mendapat jenis pupuk penyubur tanaman. padahal Pemerintah telah membantu petani melalui pemberian subsidi, namun hal ini disesalkan setiap memasuki musim tanam petani selalu dihadapkan pada permasalahan kelangkaan pupuk, sementara  pedagang keseringan tidak menyediakan pupuk bersubsidi jenis urea pada saat dibutuhkan.

,”Sebenarnya ketika pengajuan oleh depot pupuk itukan disuaikan dengan jumlah kelompok petani, yang menjadi permasalahan ketika depot menjual kepasaran itu tidak tersaluirkan sesuai pengajuan, Coba perhatikan apapun yang namanya Subsidi baik itu jenis bensin secara seketika tanpa hitungan jam itu habis  seketika, makanya sering kita liat itu pupuk subsidi naik mobil Pik up, sementara mereka petani yang mebutuhkan harus membeli pupuk non subsidi,”keluh zulfikar

 Dengan nada Kecewa zulfikar, mengaluhkan seharusnya Pemerintah dapat memberikan harapan dan jaminan kepada petani melalui penyaluran pupuk bersubsidi untuk peningkatan Produktifitas tanaman padi dan peningkatan ekonomi Masyarakat petani golongan bawah,

,”Sebenarnya sistim pendistrubusian pupuk itu Negara lain harus belajar dengan kita Di indonesia, Cuma saja sistim penerapan yang perlu dikaji ulang begitu juga penyelesaian masalah yang tidak ada,”Sebut Zulfikar dalam hal pelaksanaannya itu disalah gunakan untuk diselewengkan.

Permasalahan ketersediaan Pupuk bersubsidi dengan harga terjangkau  pada saat dibutuhkan  dirasakan se akan tidak pernah dari permasalahan yang pelik dihadapi petani kecil. Salah seorang petani di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Jamaluddin, Minggu (21501/2020) menyebutkan kelangkaan pupuk di saat memasaki awal  musim tanam itu dikhawatirkan berdampak pada kualitas hasil panen.

pupuk bersubsidi menjadi kebutuhan utama petani sehingga Untuk beli yang non subsidi itu mahal bisa Rp 260.000 per 50 sak,”. Bagi petani miskin, sambung Jamaluddin, harga itu sangat mahal dan memberatkan.”.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00