• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

LSM MaTA: Anggaran Sosialisasi Narkoba di Seunuddon Tidak Rasional

20 January
18:05 2020
1 Votes (2)

KBRN, Lhoksukon : Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), menilai kegiatan sosialisasi bahaya narkoba yang diselenggarakan di Balai Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara, beberapa waktu lalu, dengan menghabiskan anggaran dana desa (DD) mencapai Rp 7 juta per-gampong, sesuatu yang irasional dan terkesan menghamburkan-hamburkan uang .

Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA Boihaqi kepada RRI mengatakan, kegiatan sosialisasi bahaya narkoba sudah tidak efektif lagi diselenggarakan saat ini, apalagi peredaran narkoba kian marak, masyarakat pun sudah mengetahui, bahwa narkoba itu adalah barang haram dan dapat merusak kesehatan serta generasi.

“Upaya yang harus dilakukan dalam memberantas narkoba harus dibuktikan dengan aksi nyata. contoh membuat kesepatakan dengan seluruh masyarakat di gampong untuk melawan kejahatan ini secara bersama, seperti yang sudah dipraktikkan oleh masyarakat Gampong Ujong Pacu Kota Lhokseumawe,”kata Boihaqi, Senin (20/1/2020).

Sementara terkait kegiatan sosialisasi yang diselenggarakan di Balai Desa kecamatan, hanya setengah hari dengan 15 peserta per-gampong, tidak mungkin menghabiskan anggaran mencapai Rp 7 juta per gampong, kecuali mengundang puluhan orang per satu gampong.

“Untuk itu, MaTA mendesak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Kabupaten Aceh Utara memastikan kembali laporan pertanggungjawaban yang diberikan oleh gampong dalam kecamatan Seunuddon nantinya. Jangan sampai ada potensi mark-up anggaran yang jelas-jelas akan merugikan gampong itu sendiri.”desak Boihaiqi.

Disisi lain, MaTA meminta kepada setiap aparatur desa untuk memastikan pengelolaan anggaran desa dengan seefektif mungkin untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Jangan berfikir dana desa itu adalah “uang kaget” yang tanpa sebab diberikan oleh pemerintah pusat kepada desa.

“Penting juga bagi Inspektorat dan DPMG Aceh Utara dalam melakukan pemeriksaan pengelolaan anggaran dana desa jangan hanya melihat secara dokumen semata, akan tetapi harus ada pemeriksaan sampai ke lapangan, agar dana desa tersebut digunakan semaksimal mungkin dan tidak menguap entah kemana.”pintanya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00