• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

LBH APIK Aceh Bersama LBK Maksimalkan Upaya Penyelasaian Kekerasan Perempuan Melalui Penggunaan Dana Desa

9 December
15:09 2019
1 Votes (2)

KBRN Lhokseumawe: Kehadiran Layanan Berbasis Komunitas (LBK) memberi dampak positif dalam memudahkan penjangkauan layanan (akses) bagi perempuan dan anak korban kekerasan di Gampong. LBK dengan berbagai capaian dan tantangan dihadapi, tentunya membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak lainnya terutama dari Pemerintah desa, Aparatur Desa dan Pemerintah Daerah. 

Sebagai wadah komunitas perempuan untuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, ketrampilan dan penyebaran informasi, LBK membantu merespon kondisi masyarakat yang kasusnya terus meningkat setiap tahunnya, membantu aparat Gampong mengatasi persoalan-persoalan terkait kasus kekerasan yang terjadi di komunitas Gampong/Desa,

Dalam hal ini  dikatakan Direktur LBH Apik Aceh Roslina Rasyid, Forum LBK mencatat sejak Januari 2019 sampai dengan September 2019 ada 43 kasus kekerasan terhadap perempuan yang diterima pengaduannya dan didampingi kasusnya.

Jumlah kasus yang didampingi tersebut belum menggambarkan realitas kasus yang terjadi sesungguhnya, karena pengaduan yang diterima oleh LBK hanya sebagian kecil dari kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Kota Lhokseumawe.

Dalam hal berinteraksi sesama Perempouan mereka lebih terbuka ,seperti dalam hal konflik rumah tangga atau kekerasan sexual , tapi mereka jarang mengungkap kasus tersebut ke lembaga layanan seperti p2tp2 dibawah koordinasi DP3 yang membuka layanan yang bisa diakses oleh masyarakat terutama oleh perempuan,

,”tapi hal ini belum maksimal , selain karena mereka tidak mendapat informaSI yang baik mereka Kaum Perempuan Juga Mengalami Hambatan Sikap Yang Menilai Penyampaian Kasus Sebegai Persoalan tabu yakni Membongkar Aib Keluarga, dan ini akan merugikan Dia, Itu yang dipahami Kaum Perempuan Pada Umumnya, ujar Roslina Rasyid Direktur LBH Apik

 Oleh karena masih lemahnya pemahaman masyarakat Khususnya Aparatur gampong tentang pelayanan kasus kekerasan perempuan,sehingga banyak kasus kekerasan perempuan tidak bisa diselesaikan,kita akan rerus melakulan sosialisasi melalui pembentukan LBK disetiap gampong yang diharapkan mendapatkan Dukungan Pemerintah.

Sementara Dalam memperingati 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Forum LBK bersama LBH APIK Aceh melakukan kegiatan  Dialog Publik , dengan menghadirkan kepala Dinas PMG Kota Lhokseumawe, Bukhari, M.Si dan Kepala Dinas P3P2KB  Dra.Mariana Affan serta Camat Muara Dua Kota Lhokseumawe, Hery Maulana, S.IP, MSM,  Sebagai pemateri Dilaog Publik.

Bertemakan  Mari Membangun Gampong/Desa, mendorong partipasi perempuan dalam pembangunan Gampong untuk pencegahan dan penghapusan kekerasan terhadap Perempuan” demi Pembangunan yang berkelanjutan, dilaog publik berlangsung di Aula Kecamatan Muara Dua, Senin 09/12/20-19, ikut dihadiri lebih dari 100 orang peserta berasal dari masyarakat dan perwakilan sejumlah tokoh masyarakat,

 “Dalam Permendes No. 11 tahun 2019 tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa memberi peluang anggaran dana desa bisa di anggarkan untuk pemberdayaan Perempuan melalui LBK di Gampong “ujar Bukhari Kepala Dinas PMG Kota Lhokseumawe”

Dukungan senada terhadap kehadiran LBK disetiap gampong  juga dikatalan Hary Maulana Camat muara Dua sebagai Pemateri dialog publik.

“Kehadiran LBK membantu sebagian kerja-kerja layanan terhadap perempuan korban kekerasan di gampong, sehingga kerja-kerja Pak Geuchiek terbantu dalam membantu melayani masyarakat khususnya perempuan, Cetus Hary Maulana, Camat Muara Dua Kota Lhokseumawe” pungkasnya.(FIK/MS) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00