• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polres

Buronan Napi Residivis Pencurian Dilumpuhkan Dengan Timah Panas

19 November
20:52 2019
0 Votes (0)

KBRN Lhokseumawe: Setelah beberapa bulan lalu berhasil melarikan diri dari Lembaga Permasyarakatan Kelas II Lambaro, Aceh Besar November tahun lalu,  Seorang Residivis pencurian kembali ditangkap Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe Dalam Kasus yang Sama.

Residivis berinisial R alias burung bin Mustafa (28) ini , kembali ditangkap Satuan Tim Reskrim Polres Lhokseumawe atas laporan Dugaan Pencurian di dua lokasi terpisah, yakni aksi pencurian di Desa Seuneubok Punti kecamatan Simpang keramat pada tanggal 13 november, serta laporan Dugaan Tindak Pidana pencurian sepeda motor  didesa binjee kecamatan NIsam 31 Oktober lalu. 

Kapolres AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim  Akp Indra T Herlambang, mengatakan, Atas dasar  Kedua laporan tersangka R alias burung bin mustafa berhasil ditangkap Minggu Malam di kediamannya di Kecamatan Kutamakmur, Aceh Utara, Minggu malam (17/11/2019). Akan tetapi karena sudah membahayakan petugas, pihaknya mengambil tindakan pelumpuhan dengan timah panas pada bagian betis kiri tersangka yang mencoba melawan dengan menggunakan sebuah balok saat hendak ditangkap.

"ya karena melawan dan sudah membahayakan petugas maka kami terpaksa mengambil tindakan pelumpuhan pada bagian betis kirinya,”Sebut kasat Reskrim. 

Dari hasil pemeriksaan dilakukan pihaknya terungkap bahwa tersangka merupakan salah seorang Residivis  kasus yang sama dan yang telah berulang kali tertangkap ini diketahui sebagai salah satu napi yang kabur dari Lapas Kelas ar pada November 2018 lalu.

“Sebelumnya tersangka tersebut merupakan Narapidana dilembaga Permasyarakatan kelas II a lambario Banda Aceh yang melarikan diri sejak bulan November 2018 lalu perkara pencurian dan menjalani vonis 8 tahun penjara yang baru dijalani hukuman satu tahun,” Sebut Kasat Reskrim Akp Indra T herlambang saat gelar konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (19/11/2019).

Dengan kondisi tertatih menahan sakit karena luka tembakan pada bagian betis kiri, tersangka R alias burung ini, menagakui melakukan aksi pencurian dengan cara mencongkel dan membobol rumah korban  pada dini hari menjelang subuh ketika calon korban sedang istirahat. 

Saya melakukan sendiri Setelah, setelah saya pantau saya  melancarkan aksi kejahatannya sendiri, apa pun barang yang berharga saya ambil. Sedangkan uang dari hasil itu saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,”beguitulah pengakuan tersangka kepada awak media.

Adapaun barang  yang dicuri tersangka yaitu lima buah telepon seluler berbagai merek dan uang tunai Rp10 juta, serta sebuah sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi BK 4582 AGM atas nama Faradiba Marliah dengan karugian Rp14 juta. Pencurian itu dilakukan di dua lokasi terpisah, yaitu di Kecamatan Simpang Keuramat dan di Kecamatan Nisam.

Barang bukti diamankan petugas dua unit handphone merek Oppo F9 warna biru hitam dan Asus warna biru. Selain itu, tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 5e KUHP Jo pasal 362 KUHP.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00