• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Lima Pelanggar Qanun Syariat Islam di Aceh Utara Dicambuk

14 November
18:12 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhoksukon : Lima orang terpidana pelanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayah, di eksekusi hukuman cambuk oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara atas putusan Mahkamah Syar’Iyah Lhoksukon, kabupaten setempat dihalaman kantor kejaksaan setempat, Kamis (14/11/2019).

Eksekusi  hukuman cambuk tersebut turut dikawal ketat personel Polres Aceh Utara, Satpol PP dan WH kabupaten setempat, disaksikan hakim pengawas dan pegamat (Hawasmat) Jinayat Mahkamah Syar’iah Lhoksukon Wafa' SH,I, MH, Kasatpol PP-WH, Fuad Muktar, Kepala Dinas Syariat Islam Teuku Idris, pejabat Kejari Aceh Utara, dan Muspika plus serta masyarakat.

Kepala Kejaksaan Aceh Utara, melelui Jaksa Penuntut Umum (JPU), Harri Citra Kesuma SH, kepada sejumlah wartawan mengatakan, eksekusi hukuman cambuk terhadap lima pelanggar Qanun Syariat Islam, empat diantaranya tersandung kasus Maisir (perjudian  togel) dan satu lainnya pelecehan seksual.

“Empat terpidana kasus Mausir (Perjudian) yaitu Zulkifli dicambuk 12 kali, kemudian Adnan Amiruddin dan Aiyub masing-masing dicambuk 9 kali, dari keempat terpidana tersebut sudah dikurangi masa penahanan selama tiga bulan, atau setara tiga kali cambukan,” kata Harri Citra Kesuma.

Disebutkan untuk terpidana Zulkhairi  yang tesandung kasus pelecehan seksual dicambuk 20 kali,  setelah dikurangi masa penahanan selama 10 bulan, sebelumnya diputuskan oleh pengadilan Mahkamah Syar’iah Lhoksukon sebanyak 30 kali cambukan.

“Kelima terpidana yang kita eksekusi cambuk, terlebih diperiksa kondisi kesehatan oleh petugas medis untuk memastikan kondisi kesehataan mereka sebelum dilakukan eksekusi cambuk oleh algojo, Bahkan setelah dicambuk mereka juga diperiksa lagi kesehatannya," terangnya.

Sementara, Kasatpol PP-WH, Aceh Utara Fuad Muktar menyebutkan pelaksanaan eksekusi cambuk dilaksanakan dihalaman kantor Kejaksaan baru pertama, sebelumnya dilaksanakan di halaman mesjid dan lapangan upacara Lhoksukon .

“Pelaksanaan eksekusi ini telah memenuhi pasal 262 ayat 1  qanun Aceh nomor 7 tahun  2013 tentang hukum acara jinayah yang berbunyi uqubat cambuk dilaksanakan di tempat terbuka dan dapat dilihat oleh warga yang hadir,” katanya.(FUL/MS).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00