• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kuasa Hukum Terdakwa Asusila Tolak Berkas Perkara Diajukan JPU

17 October
21:30 2019
0 Votes (0)

KBRN Lhokseumawe: Karena terkesan berbelit-belit dan Tidak ada kejelasan, Penasehat Hukum  terdakwa dugaan Perkara Pelecehan Santri diPondok Pesantren An Nahla tolak Berkas Perkara Dugaan Terdakwa Asusila diajukan (JPU) Jaksa Penuntut Umum pada sidang perdana yang digelar tertutup untuk umum pada pekan lalu. 

Penolakan tersebut disampaikan Penasehat Hukum Adi Oscar, Usai penyampaian Esepsi terdakwa kamis, (17/10/2019) yang dipimpin Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Lhokseumawe,Drs,H,Azmir.

Kuasa hukum dari kedua terdakwa , yakni tgk Ali Imran/ dan dewan Guiru dijerat qanun aceh tahun 2013, ADI Oscar mengatakan,Penolakan tersebut disebabkan masih adanya kekeliruan,  yakni Berkas Perkara diajaukan Jaksa , terkesan kabur dan berbelit tanpa  ada kejelasan, 

Usai menyatakan penunddan Sidang mendengrakan Esepsi terdakwa, Majelis hakin menyatakan sidang ditinda dan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengrakan jawaban jpu ,dalam menanggpai esepsi disampaikan kuasan hukum,

 ,”ya dalam menyampaikan esepsi tadi kami menyampaikan sanggahan apa yang disampikan jpu, dan jaksa penuntut umu akan memegri jawab pada minggu depan., bahwa tuntutan darip[ada jak sa itu , kabbur , dan kami menolaknya kemudian terkesan berbelit belirt,’Sebut Adi Oscar Kuasa Hukum terdkwa usai persidangan

 Meskipun Agenda persidangan Mendengrakan esspsi terdakwa Sempat berlangsaung molor dari jadwal ditepakan pukul 9 namun, suasana sidang berlangsung tertib.

Setelah mendengarkan sanggagahan dalam penyampaian esepsi terdakwa, Majelis hakim menyatakan sidang ditunda akan dilanjutkan pekan depan guna mendengrakan Jabwaban 

Sebagaimana diberitakan sebelumnya (10/10/2019) Jaksa penuntut Umum Syahril Sh mengatakan, pihaknya akan meberikan jawaban terhadap sanggahan yang disampaikan Penesehat hukum pada agenda penyampaan esepsi terdakwa. (FIK/MS)

 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00