• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polres

Kedua Orang Tua Jadi Tersangka, Anak Dititipkan Ke Dinas Sosial

21 September
09:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Satuan Reserse dan Kriminal (satreskrim) Polres Lhokseumawe melimpahkan penanganan lanjutan terhadap Maulindar Syahputra (9) kepada Dinas Sosial Kota Lhokseumawe, Pasca ditahannya ke dua orang tuanya karena sudah berstatus sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan dan Eksploitasi Anak. 

Dimana Ayah Tiri Korban MI (39) bersama UG (34) ibu Kandung korban, telah mengaku kepada Penyidik Polisi menyuruh paksa anaknya untuk mengemis atau meminta - minta di jalanan, bahkan jika tidak membawa pulang uang hasil mengemis si anak dianiaya oleh orang tuanya. 

Bahkan dalam fakta terbaru yang di ungkap Polisi dari pengakuan tersangka, uang hasil mengemis anaknya itu digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu oleh Ibu Kandungnya, sementara Ayah Tiri korban suka bermain judi. Ke dua orang tua korban tidak memiliki pekerjaan apapun selain mengharap uang dari hasil mengemis si anak. 

"Kami serahkan ke Dinas Sosial", ungkap Kasatreskrim, AKP Indra T Herlambang, menjawab RRI, Sabtu (21/09/2019) via whatsapp messenger mengenai penanganan lanjutan terhadap korban pasca ke dua orang tuanya ditetapkan sebai tersangka. 

Indra juga menjelaskan, ke dua pelaku Eksploitasi terhadap anak tersebut disangkakan dengan Pasal berlapis dalam UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 3 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

Selanjutnya digunakan pula Pasal - Pasal dalam UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT juncto pasal 65 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp.200.000.000 (dua ratus juta rupiah), demikian Indra Herlambang. 

Kasus penganiayaan dan Eksploitasi terhadap anak yang terjadi di Lingkungan Jalan Peutua Rumoh Rayeuk, Gampong Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, juga sempat menggerkan warga Kota Lhokseumawe. 

Bahkan, Sekretaris Wilayah (Sekwil) Koalisi Perempuan dan Anak Indonesia (KPI) Provinsi Aceh, Evany Claura Yanti, menyebut pelaku pantas diganjar dengan hukuman yang seberat-beratnya. 

"Saya berharap ke dua orang tua di proses berdasarkan hukum yang berlaku atas kasus penganiayaan dan Eksploitasi terhadap anak", pinta Wanita yang akrab disapa Clara ini. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00