• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pendidikan

Kakanwil DJBC Aceh Mengisi Kuliah Umum Tata Kelola Keuangan Negara Di Unimal

14 September
08:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Indonesia adalah satu-satu nya negara didunia yang akan menghadapi bonus demografi sampai tahun 2030 akan datang setelah sebelumnya Tiongkok juga menikmati hal yang sama, demikian awal dari pengantar Kuliah Umum oleh Safuadi ST.,M.Sc.,Ph.D (Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai Aceh) kepada 200an mahasiswa yang berasal dari Sabang sampai Papua dan juga puluhan dosen dari program studi Manajemen Fakuktas Ekonomi dan Bisnis serta Pembantu Rektor IV Universitas Malikussaleh Dr M. Nazaruddin, M.Si yang dilangsungkan di Ruang Kuliah Umum (RKU) pada fakuktas tersebut di Kampus Bukit Indah, Kamis (12/09/2019). Setelah memberikan motivasi dan semangat kepada mahasiswa peserta kuliah umum yang dimoderatori oleh Marzuki SE.,M.Si ini juga menampilkan asumsi dasar ekonomi makro dan pertumbuhan PDB ini. "Indonesia adalah negara yang akan menjadi negara maju apabila 7 persen dari masyarakatnya memiliki kreativitas, maka penting bagi generasi saat ini untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada", ungkap Safuadi (Kakanwil Bea dan Cukai Aceh). Lebih lanjut dijelaskan Indonesia dalam merancang struktur keuangan negara melalui APBN selalu mempertimbangkan kemampuan untuk merespon ketidakpastian global. Indonesia secara gradasi juga akan terus menunjukkan penaikan yang signifikan untuk menjadi negara maju dimasa akan datang. "Maka keberadaan sumber daya manusia yang unggul dan memiliki kompetensi menjadi sangat penting selain sumber daya alam yang melimpah", ujarnya. Kuliah umum yang juga dihadiri oleh Dekan FEB Dr Hendra Raza, SE MSi CA ini juga mendorong mahasiswa untuk memiliki semangat kewirausahaan untuk ikut berpartisipasi dalam men _generate_ ekonomi untuk selanjutnya membangun Indonesia menjadi negara yang kuat secara ekonomi nantinya. Sementara itu pemateri kuliah umum Dr Mohd Heikal, SE, MM (Ketua Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unimal Aceh Utara) yang juga merupakan putra asli Matangglumpang Dua tersebut menyampaikan bahwa mahasiswa harus mampu merubah tantangan dan ancaman menjadi peluang yang saat ini sangat menjanjikan untuk menjadi kegiatan dan aktifitas bisnis. Menghasilkan keuntungan sehingga memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi bangsa. "Sehingga terjadi perputaran uang dan kesempatan bagi tenaga kerja yang pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan bagi negara dalam berkontribusi untuk negara mencukupi belanja pembangunan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang nantinya meuwujudkan kesejahteraan bagi stiap warga negara", jelas Dr. Mohd Heikal, SE, MM. Pada bagian akhir ditutup dengan tanya jawab dari mahasiswa peserta kagiatan kuliah umum yang dengan sangat antusias menyampaikan pertanyaan dan penyataan secara kritis dan konstruktif sebagaimana tradisi akademik yang telah berlangsung selama ini.(AL/MS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00