• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Haji Uma Harapkan TKI Meninggal di Tahanan Bisa Dibawa Pulang Ke Aceh

21 August
22:15 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Febri Purnomo (28) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Gampong Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang,  meninggal dunia saat sedang menjalani hukuman dirumah tahanan malaysia.

Febri Purnomo yang bernama asli Hamdani ini dilaporkan sakit saat menjalani hukuman dan sempat dibawa ke sebuah rumah sakit di Johor Baru, Malaysia hingga akhirnya meninggal pada Jumat (16/8/2019) lalu.

Informasi meninggalnya Febri beredar luas di kalangan pengguna media sosial Facebook, khususnya di Aceh.Hal tersebut kemudian memantik keprihatinan anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma dengan menelusuri kebenaran kabar dimaksud melalui salah seorang warga Aceh di Malaysia, Tgk Mustafa.

“Saya dihubungi Tgk. Mustafa warga Aceh di Malaysia setelah beliau diberitahukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia yang memberitahukan tentang kematian TKI asal Aceh, sehingga menelusuri ternyata benar yang meninggal dunia di rumah tanahan di Johor warga Aceh Tamiang” kata Haji Uma, Rabu (21/8/2019).

Menindaklanjuti hasil informasi yang diperoleh dari warga Aceh di Malaysia tersebut, Haji Uma mengakui telah berkomunikasi dengan pihak keluarga almarhum Febri Purnomo terkait kabar duka tersebut.

"Pihak keluarga mengakui telah mendengar kabar tersebut sejak beberapa hari lalu, namun masih menunggu kepastiannya. Sebab masih dianggap simpang siur, karena belum ada saudara dan kerabat yang melihat jenazahnya secara langsung", ujar Haji Uma.

Kepada Haji Uma, keluarga sangat berharap agar jenazah Febri Purnomo dapat segera mungkin dipulangkan guna dikebumikan dikampung halaman. Apalagi jenazah saat ini telah empat hari disemayamkan di rumah sakit di Johor Baru, Malaysia.

“saat ini sedang difikirkan cara dan upaya agar jenazah dapat segera dibawa pulang ke Aceh Tamiang. Pemulangan jenazah dari Malaysia sendiri membutuhkan biaya sekitar 18 juta rupiah, kita tetap berusahan agar jenazah dapat segera untuk dipulangkan ke Tanah air, Namun dengan jumlah biaya yang dibutuhkan, perlu upaya penggalangan dana dari berbagai pihak. Apalagi mengingat jenazah telah berada di rumah sakit selama 4 hari"terangnya.(FUL/DY) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00