• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Akademisi Unimal Apresiasi Pemko Lhokseumawe Bentuk Tim Investigasi Kasus Pelecehan

13 July
17:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Lhokseumawe : Akademisi Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Yulius Dharma memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe, atas pembetukan tim investigasi terhadap kasus pecelehan seksual terhadap sejumlah santri yang masih di bawah umur,  yang diduga dilakukan oleh pimpinan salah satu pesantren  di Lokseumawe berinisial AI (45) dan guru di pesantren itu berinisial MY (26).

“Kehadiran tim investigasi sangat baik, karena bukan semata untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, cuma mereka untuk mencari fakra baru maupun menyelidiki kasus tersebut, sehingga tidak timbul simpang siur dari kalangan masyarakat, karena banyak masyarakat yang tidak percaya atas kasus yang menjerat oknum pimpinan pasantren dan guru pengajian .”jalas Yulius Dharma, Sabtu (13/7/2019),

Menurutnya, dengan ada  tim investigasi yang dibentuk pemerintah kota Lhokseumawe, diharapkan bisa menelusuri rekam  jejak atau lakarbelakang pelaku, bisa jadi  pelaku pernah menjadi korban pelecehan seksual sebelumnya atau ada permasalahan lain, apalagi pelaku merupai da’i kondang.

“Kita harapkan, para korban yang sudah trauma dengan kejadian tersebut, bisa diberikan perhatian khusus, misalnya mendatangi fsikolog, Ustad yang baik, supaya bisa memulihkan trauma yang dialami sejumlah korban,”harapnya.

Seperti diketahui, aparat Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus pelecehan seksual terhadap belasan santri dibawah umur, yang diduga dilakukan oleh pimpinan salah satu pesantren di Lhokseumawe sejak September 2018 lalu.

Setelah korban melaporkan atas prilaku menyimpang tersebut, Sat Reskrim Polres Lhokseumawe, Pada 8 juli lalu,mengamankan dua orang yang diduga pelaku, berinisial AI (45) pimpinan pasantren dan MY (26) guru di pesantren itu, kini keduanya sudah ditahan di Mapolres setempat untuk proses lebih lanjut. (FUL/MS).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00