• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Fokus

Al Gore Apresiasi Restorasi Gambut Indonesia

15 November
13:42 2017
0 Votes (0)

VOI FOKUS Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, Al Gore, mengapresiasi upaya penyelesaian persoalan hutan dan lahan gambut yang menjadi komitmen Pemerintah Indonesia sebagai bagian dari upaya mengendalikan emisi gas rumah kaca. Dalam kunjungannya ke Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim Para Pihak ke 23 di Bonn, Jerman, Jumat (10/11), Al Gore mengatakan, Indonesia jelas merupakan salah satu negara penting di dunia yang juga terdampak perubahan iklim dari peningkatan muka air laut, badai yang semakin kuat, dan kerusakan subsistem agrikultur.  

Al Gore menyebutkan, komitmen Pemerintah Indonesia itu  diwujudkan dalam penggunaan energi terbarukan dan terus berupaya menyelesaikan persoalan hutan dan lahan gambut.

Peraih penghargaan Nobel 2007 bidang lingkungan hidup itu menyatakan senang dapat melanjutkan kerja sama dengan para Climate Leader dan individual di pemerintahan di Indonesia untuk memecahkan persoalan perubahan iklim. Climate Leader atau Pemuka Iklim adalah sebutan dari para aktivis lingkungan hidup yang mengikuti pelatihan yang diprakarsai Al Gore melalui Proyek Kenyataan Iklim atau Climate Reality Project. Al Gore juga mengajak kalangan internasional mendukung Climate Reality Project di Indonesia. Sejauh ini sudah ada sekitar 300 orang Indonesia sebagai Climate Leader yang mengikuti pelatihan dan bekerja keras untuk aksi pengendalian perubahan iklim.

Al Gore yang kini dikenal sebagai aktivis perubahan iklim telah berupaya mengkomunikasikan perubahan iklim lewat berbagai cara dan forum. Salah satu cara yang diambilnya adalah lewat film An Inconvenient Truth, yang diproduksi 2007, dan The Inconvenient Sequel: Truth to Power, yang diluncurkan tahun ini.

Penasehat Senior Perubahan Iklim untuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Nurmala Kartini Sjahrir, menyampaikan beberapa rencana dari The Climate Reality Project Indonesia untuk mendukung film tersebut. Nurmala mengatakan, di Indonesia pemutaran film itu akan dilakukan bekerjasama dengan sektor swasta, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan universitas. Ditargetkan dalam 6 bulan ke depan bisa menjangkau 10 ribu penonton di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Sementara itu, manajer The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, berharap, rangkaian pemutaran film ini dapat mendorong masyarakat bertindak sesuai kemampuannya, untuk mengendalikan perubahan iklim. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00