• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Aktual

Pantai Pangandaran Butuh 30 Sirine Tsunami, Namun Saat Ini Hanya 2 yang Berfungsi

3 August
19:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pangandaran: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, Nana Ruswana bersama tim ekspedisi destana tsunami mendirikan sejumlah papan peringatan berupa informasi kesiapsiagaan tsunami. Papan peringatan tersebut diletakkan di sejumlah titik pesisir pantai di tiap kabupaten yang mereka kunjungi.

Papan tersebut dipasang di sisi timur dan barat Pantai Pangandaran, pertigaan Pantai Batu Karas, dan objek wisata Pantai Mandasari yang ketiganya berada di Kabupaten Pangandaran.

Saat meninjau ke lokasi langsung, beberapa wisatawan terlihat masih memadati area Pantai 
Pangandaran, padahal sebelumnya gempa berkekuatan 6.9 skala richter melanda Kabupaten Lampung dan Banten, yang mana imbas dari gempa tersebut dirasakan pula oleh penduduk yang berada di Pangandaran. 

Sirine atau alarm peringatan bahaya tsunami di Pantai Pangandaran pun sempat berbunyi. Hal ini membuat sebagian warga panik dan berhamburan keluar rumah, karena gempa tersebut berpotensi tsunami. 

Nana mengatakan ada 14 sirine yang terpasang di sepanjang pantai Pangandaran, namun hanya 2 sirine yang berfungsi saat ini. 12 sirine lainnya rusak karena tidak adanya perawatan.

“Itu kan pasca tsunami 2006, dipasangin disitu. Ya bayangin aja, 2007 sampai sekarang. Kami sudah meminta dari BMKG, minta tambahan sirine lagi. Karena idealnya sih Pangandaran 30 (sirine),” ujar Nana saat ditemui di kawasan Pantai Pangandaran (3/8/2019).

“Mudah-mudahan saja, nanti pemerintah pusat dan provinsi bisa dibiayai, kalau dari APBD angkat tangan, karena anggaran kita masih sangat minim. Sementara penataan kawasan disini masih butuh biaya besar,” ucap Nana sambil tertawa kecil.

Diketahui, biaya sirine peringatan tsunami yang dioperasikan secara otomatis memakan biaya 
sebesar 600 juta rupiah per unit. Sedangkan, pihak BMKG sudah bisa memberikan sebanyak 2 unit untuk kawasan Pantai Pangandaran sendiri. 

Nana juga berharap agar pihak swasta, seperti pihak hotel dan penginapan yang berada dekat 
dengan pantai untuk terlibat membuat alat Early Warning System (EWS) sebagai tanda peringatan tsunami. 

“Kami dengan PT TOA, sedang menjalin kerjasama untuk memasarkan EWS produk PT TOA ke hotel-hotel, agar hotel itu punya sendiri (alat tersebut),” tutup Nana.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00