• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Aktual

Ekspedisi Destana Diharapkan Bisa Tingkatkan Kesiagaan Desa di Bantul Hadapi Bencana

27 July
10:34 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Rombongan Tim Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami BNPB Regional Jawa mulai memasuki Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Sabtu pagi (27/7/2019). Kegiatan diawali dengan upacara penyerahan secara simbolis Pataka Ekspedisi Destana Tsunami BNPB 2019 dari Kab. Gunung Kidul ke Kab. Bantul.

Pemimpin upacara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kab. Bantul, Helmi Jamharis menyambut baik gerakan sadar bencana yang digagas BNPB ini. Gerakan ini diharapkan bisa memberikan kesiagaan masyarakat akan potensi bencana alam disekitarnya.

"Ekspedisi yang dilaksanakan oleh pemerintah yang pada hari ini dilaksanakan di Kabupaten Bantul tentunya memiliki makna, memiliki manfaat dan juga dorongan kepada seluruh warga masyarakat bahwa kita ini berdiri di tengah-tengah alam yang rawan bencana," ucapnya.

Helmi mengungkapkan masih banyak desa di Kabupatennya  yang belum bertransformasi menjadi desa tangguh bencana. Maka, menurutnya gerakan sadar bencana ini menjadi perlu dilakukan.

"Total desa kita 75, kemudian yang sudah kita jadi destana itu 32, memang belum ada 50 persen, tetapi tetap Pemkab Bantul melalui BPBD mendorong desa-desa untuk bisa semuanya berkualifikasi tangguh bencana," ungkapnya.

Untuk teknisnya Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Dwi Daryanto menjelaskan nantinya ratusan personil Ekspedisi Destana BNPB inu akan langsung bergerak ke desa - desa di pesisir Kab. Bantul. Mereka akan membagikan informasi seputar pengetahuan kebencanaan dan bagaiamana memitigasinya.

"Ada 3 tim, BNPB ada 80, 75 dari Provinsi, tim 45 orang dari Kabupaten, dan ratusan relawan. Dari semua tim itu semua akan kita bagi untuk melakukan kegiatan sosialisasi. Baik sosialisasi kepada seluruh perangkat desa, kecamatan dll. Sehingga tim itu akan berkunjung ke sekolah-sekolah menyampaikan berbagai macam informasi terkait dengan potensi ancaman bencana yang ada di Kab. Bantul," tuturnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00