• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sempat Ditutup Sementara, PT BIS MPION Jember Klarifikasi Telah Kantongi Legalitas Perijinan

20 February
19:33 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jember: Pimpinan Cabang PT. Bangun Indopralon Sukses, Paulus A Fatah akhirnya buka suara dan mengklarifikasi legalitas keabsahan operasional perusahaan yang bergerak di bidang Industri Barang Plastik di Jalan Walter Monginsidi, desa Rowoindah, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melayangkankan surat resmi terhadap Direktur PT BIS (MPOIN) berisi tentang Pembekuaan Sementara Kegiatan Produksi dan Operasional perusahaan karena diduga belum mengantongi Ijin Usaha Industri, IMB danjuga Dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL UPL).

"Kami ingin mengklarifikasi untuk legalitas  perusahaan kami, kemarin kami sempat diam saat ada aksi unjuk rasa dari teman-teman buruh karena saat itu memang kami tidak diberikan kesempatan untuk menjelaskan dan kami hanya ingin berbicara dengan dasar fakta dan data," ujarnya kepada sejumlah awak media, Kamis (20/2/2020).

Paulus menjelaskan sesuai dengan surat yang dilayangkan pihak PTSP, pihaknya sebenarnya telah mengantongi seluruh dokumen perijinan sesuai dengan aturan yang dipersyaratkan oleh Pemerintah Daeraha setempat.

"Secara resmi untuk Izin Usaha Industri Nomor 503/A.1/IUI.B/008/35.09.325/2017, untuk dokumen IMB milik kita Nomor 503.640/881/35.09.416/2012, sedangkan untuk penyusunan Amdal sudah dalam proses No registrasi LHK 5640026920017 dan waktu dekat ini kami sudah dipastikan selsai, bukti-bukti perijinan dan dokumen lainnya kami juga ada bisa dikroscek ke pejabat-pejabat dinas terkait," terangnya.

Sejak dibekukan sementara per tanggal 12 Februari 2020, sedikntnya 75 orang pekerja yang biasa bekerja di perusahaan yang bergerak untuk Industri dan Distribusi barang plastik untuk bangunan itu harus menganggur padahal menurut Paulus, sebagian besar pekerja menjadi tulang punggung keluarga dan sangat membutuhkan penghasilan.

"Komitmen perusahaan kami lebih kepada untuk memberdayakan masyarakat sekitar untuk memberikan lapangan pekerjaan, kedepan ini kami juga akan merekrut 10 persennya pekerja dari saudara-saudara yang memiliki kebutuhan khusus Disabilitas, jadi kami merasa sudah tidak ada lagi persoalan," tandasnya.

Sementara disinggung terkait dengan adanya 22 pekerja yang sebelumnya harus di PHK oleh pihak perusahaan sehingga menuai gejolak dan aksi unjuk rasa puluhan buruh Sarbumusi, Paulus menerangkan pihaknya masih berupaya melakukan mediasi dan perundingan-perundingan dan berharap dapat segera terselsaikan.

"Untuk status 22 pekerja itu bukan di PHK melainkan memang sudah Habis masa kontrak dan tidak diperpanjang,  Sampai sejauh ini kita masih lakukan perundingan dan mediasi, memang dari teman-teman disana meminta pada perusahan untuk hak-haknya dibayar dengan nominal sekian milyar, dan akan kami sampaikan ke pimpinan kami di pusat untuk nanti bisa kami sampaika  kembali di pertemuan ke dua," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00