• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum dan HAM

Isu Penculikan Anak Merebak di Jember, Begini Hasil Penyidikan Polisi

19 February
19:05 2020
1 Votes (5)

KBRN, Jember: Aparat Kepolisian Polres Jember melansir hasil penyidikan penanganan sejumlah kasus isu penculikan anak yang terjadi diwilayah hukum Kepolisian setempat. 

Hasil penyidikan polisi mengungkapkan dari 3 isu kasus penculikan anak yang sempat ditangani, seluruhnya tidak terbukti dan merupakan kabar hoax. 

Terakhir masyarakat di Kabupaten jember sempat digegerkan dengan munculnya Isu percobaan penculikan anak yang dialami sejumlah siswa SDN Jember Lor 1, Kelurahan Jember Lor, Kecamataan Patrang pada Selasa (18/2/2020) kemarin.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jember, AKP. Yadwavina Jombo Qontas mengatakan atas peristiwa itu, pihak kepolisian langsung bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan dan menggali keterangan dari sejumlah pihak.

"Atas petunjuk Bapak Kapolres, kita langsung ambil keterangan dari saksi-saksi di TKP, kita lihat CCTV dan kita juga undang beberapa siswa yang diduga sebagai korban dan kita klarifikasi, "ujarnya, Rabu (19/2/2020).

Dari pemeriksaan rekaman monitor CCTV yang terpasang di area sekolah, awalnya para korban menedapati salah satu orang yang diduga melakukan percobaan penculikan, polisi lantas melakukan penjemputan terhadap orang bersangkutan atas nama bapak Haryanto, setelah  dilakukan kroscek ternyata  juga merupakan wali murid dari salah satu siswa kelas 4 di SDN Jember Lor 1.

Dari fakta tersebut, Polisi kembali melakukan klarifikasi kepada wali murid bersangkutan maupun siswa yang diduga sebagai korban, dari klarifikasi itu dapat dipastikan jika peristiwa itu bukan percobaan penculikan melainkan kesalahpahaman.

"Jadi wali murid atas nama Pak Haryanto ini memang dekat siswa-siswa, dan kebiasaan yang bersangkutan ini memang sering bergaul dengan teman-teman cucunya saat menjemput di sekitar sekolah, tadi sudah kita klarifikasi dan kumpulkan bersama dari siswa juga orang tuannya didampingi dari Depsos, kita dampingi korban dan lakukan trauma healing untuk memulihkan psikologinya dan intinya dari kejadian kemarin itu tidak untuk disekap namun hanya untuk disapa dan ditepuk pundaknya saja oleh Pak Haryanto ini," jelasnya.

AKP Jumbo mengakui isu percobaan penculikan anak merebak di kabupaten Jember. Aparat kepolisian melakukan penelusuran dan penyelidikan lapangan, namun informasi yang viral beredar melalui media sosial dan pesan berantai ternyata tidak benar.

"Selain kasus di SDN Jember Lor 1, juga ada kejadian serupa di wilayah Kecamatan Semboro setelah kita datangi TKP ternyata tidak benar, ada juga di wilayah Kecamatan Bangsalsari setelah kita lakukan penyelidikan ternyata itu juga bukan percobaan penculikan namun orang mengalami kelainan jiwa aslinya warga Brebes," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00