• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kembangkan UMKM Desa Sumbersuko, KKN Universitas Jember Gandeng OJK

15 February
14:37 2020

KBRN, Bondowoso: Melihat potensi usaha yang besar di desa Sumbersuko dan Penambangan, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso mendorong mahasiswa KKN 01 & 02 Universitas Jember tertarik untuk membantu mengembangkannya. 

Hal ini didasari dengan banyaknya usaha mikro kecil menengah (UMKM) di desa tersebut, seperti kerajinan ukiran kayu, besek ikan, pandai besi hingga produk-produk makanan ringan seperti carang mas, keripik usus, keripik singkong, hingga tahu.

Koordinator KKN 02 Sumbersuko, Pabelan Adi Panjalu, kepada RRI, Sabtu (15/2/2020) mengatakan, untuk menunjang pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa tersebut, mahasiswa KKN 01 dan 02 Universitas Jember berinisiatif menggelar acara sosialisasi yang melibatkan masyarakat di dua desa tersebut. 

Sosialiasi ini mengangkat tema literasi keuangan & digitalisasi produk keuangan untuk keluarga. Sosialisasi ini terselenggara atas kerja sama dengan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember. Dalam kesempatan ini pula hadir perwakilan dari OJK yaitu Bapak Moh. Adi Irawan, S.E. yang sekaligus menjadi pemateri pada acara tersebut.

" Tujuannya untuk memberikan bekal tambahan pengetahuan bagi warga desa Sumbersuko dan Penambangan, salah satunya seperti bagaimana mendapatkan modal usaha, strategi perputaran modal usaha, hingga manajemen keuangannya," jelasnya.

Selain itu, masyarakat setempat juga diberi pelatihan budidaya jamur karena sesuai dengan kondisi geografis desa Sumbersuko yang berada pada ketinggian 259m diatas permukaan laut dengan curah hujan 235mm/tahun.  

" Juga ditunjang dengan kondisi lingkungan yang cukup lembab," tambahnya.

Selain pembinaan, diadakan juga sosialisasi pemasaran online untuk menunjang kegiatan pelatihan budidaya jamur dan juga produk home industry yang ada di desa Sumbersuko.

Serangkaian acara ini tak luput pula mendapat perhatian dari Kepala Desa Sumbersuko, “Budidaya jamur ini memang tepat jika dilakukan di desa ini, sebab didukung dengan kondisi geografis yang cocok untuk jamur tumbuh. Selain itu juga masyarakat menjadi lebih tahu dalam hal pemasaran melalaui media online” pungkasnya. (san)

00:00:00 / 00:00:00