• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Di Hari Imlek, Warga Tionghoa di Lumajang Berharap Terciptanya Kedamaian Dalam Negeri Ini

25 January
11:45 2020
0 Votes (0)

KBRN Lumajang : Pada Momen Tahun Baru Imlek Para Tionghoa di Lumjang berharap agar Pemerintah Indonesia dan Masyarakat lebih bisa menjaga kondusifitas dan kerukunan serta meningkatkan toleransi agar terciptanya kondusifitas.

Menurut Ketua Yayasan Pengengelola Sekolah Nasional Tiga bahasa Sinar Harapan Lumajang Jawa Timur Leo Ranoyo ketika dikonfirmasi RRI mengatakan kedepan harus adanya kedamaian dalam Negri ini yang lebih baik.

Selain itu Leo juga mengharapkan Pemerintah Indonesia lebih bisa kondusif dari diskrimanasi, dan meningkatkan toleransi antar suku karena masih merasakan adanya sedikit diskrimanasi terhadap kaum Tionghoa yang sangat minoritas dalam negri tercinta ini.


"Saya mengharapkan Indonesia lebih bisa kondusif dari diskrimansi dan meningkatkan toleransi karena saya merasakan adanya sedikit diskrimanasi terhadap kaum Tionghoa yang sangat minoritas dalam negri tercinta ini," Sabtu (25/01/2020)

Imlek pada Tahun 2020 jatuh pada tanggal 25 Januari, berbagai macam agenda telah disiapkan oleh para Tionghoa di Kabupaten Lumajang Jawa Timur dalam menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 

Dimana Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa, perayaan tahun baru imlek dimulai pada hari pertama bulan pertama di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh.

Pada malam Tahun Baru Imlek biasanya berkumpul bersama keluarga ke Rumah Saudara Tua untuk melakukan sembahyang.  Sementara itu pagi harinya pada Tahun Baru Imlek yakni agendanya berkunjung ke rumah saudara dan sahabat dekat akan dilakukan oleh para Thionghoa di Lumajang yang terutama ke Saudara Tua terlebih dahulu terutama berkunjung ke Rumah Orang tua yang dinamakan dalam istilah china yakni Pay Pay. 

Dalam agenda ini biasanya dilakukan berdoa bersama dan mengenang para leluhur dan saling intropeksi diri selama satu tahun dan jika ada masalah satu dengan yang lainya harus bisa diselesaikan. 

"Marilah berdoa dan Kita pulang ke Kota asal masing masing dan menjenguk Ibu dan Bapak, jika masih ada serta merawatnya dengan baik,"Katanya


Pihaknya juga berharap pada Tahun Baru Imlek tahun 2020 kali ini, kedepan diharapkan mampu lebih baik lagi jika dibandingkan dengan tahun yang lalu. 

Penutupan dalam agenda tersebut disebut Cap Go Meh dan ditandai dengan makan lontong Cap Go Meh bersama sebagai pertanda pertengahan musim akan segera berganti. KA

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00