• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum

Pengerjaan Jalur Lintas Selatan Lumajang Jember Diduga Bermasalah

6 December
08:16 2019
0 Votes (0)

KBRN Lumajang : Lembaga yang memiliki konsistensi dan kompetensi terhadap pengawasan perkembangan ataupun Pengolahan Pemurnian di Lumajang Jawa Timur saat ini fokus terhadap dugaan temuan pemalsuan dokumen dalam pengerjaan Proyek senilai Milyaran rupiah dalam pembangunan jalur lintas Selatan antara Jarit Pasirian Lumajang sampai Ke Puger Jember.


Direktur LSM Laskar Nusantara DPC Kabupaten Lumajang Decky Agung Setyo Budi SE, setelah melakukan investigasi beberapa hari terkait adanya dugaan terhadap pengerjaan jalan yang diduga telah melakukan Pemalsuan dokumen atas perijinan ke Kementrian ESDM maupun perijinan ke Propinsi.

Sementara dalam praktiknya di lapangan diduga telah menggunakan matrial yang diduga ilegal sehingga pihak pengelola mendapatkan keuntungan yang sangat banyak atau berlipat karena mendapatkan matrial diduga ilegal yang harganya sangat murah jika ini benar jelas sekali menyalahi aturan dan harus ditindak tegas.

"Kemarin kami investigasi terkait adanya proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan lanjutan Jarit ke Puger Jember yang kebetulan kontraktornya itu adalah PT Brantas Abipraya dalam pelaksanaan pekerjaan ini  menunjuk Sub Kontraktor PT CMS yang mengerjakan sebagian dari proyek yang dia terima kepada beberapa Sub salah satunya adalah PT CMS pada Lot 8 Jarit Lumajang sampai Kecamatan Puger Jember,"Katanya Jumat (06/12/2019)

Sementara ini investigasi hanya satu titik temuan saja dan dimungkinkan masih banyak lagi dugaan temuan lain karena kemungkinan beberapa hari kedepan akan terus melakukan investigasi secara detail yaitu terkait bagaimana dalam penggunaan Solar Industri dan material urukan pilihan yg diambil sekitar daerah gumuk mas akan kita investigasi juga tentang perijinan nya maupun aturan lainya sudah sesuai dengan aturan-aturan atau belum utamanya yang berkaitan dengan pelaksanaan proyek Kementerian PUPR . 

Ketika dikonfirmasi lebih jauh Direktur LSM Laskar Nusantara DPC Kabupaten Lumajang Decky Agung Setyo Budi SE juga mengatakan jika pihaknya sudah memberikan pengarahan terkait perizinan yang ada di Lumajang tentang mana perijinan legal dan mana yang izin ilegal termasuk contoh perizinan yang berupa fotokopi perizinan.


"Kemungkinan contoh perijanan yang telah saya berikan itu sebagai dasar rujukan, karena saya tahu betul perijinan pengelolaan pemurinianyang  ilegal dan legal di Lumajang,"Tegasnya.


Saat ini Dicky telah mengindikasi temuannya tentang adanya pimpinan dari PT Cemara diduga tidak mengindahkan aturan yang diberlakukan oleh pemerintah khususnya dinas ESDM Provinsi dan Perizinan Provinsi yang disinyalir adanya manipulasi data ke Berantas dengan tujuan untuk mengambil keuntungan setinggi-tingginya.


Ironisnya ketika dimonfirmasi lebih lanjut dilapangan kepada Project Manager Bpk. Bambang justru tidak tahu menahu terkait perizinan pertambangan Ini. 

"Sehingga kondisi ini muncul berbagai macam spekulasi dan perspektif miring Project Manager beneran apa hanya sebagai boneka, ini harus jelas Kita kan harus harus tahu tenaga ahli di bidang pertambangan yang juga harus ada material diambil dimana kan begitu,"Pungkasnya. 


Dalam waktu dekat Laskar Nusantara juga berjanji akan berkirim surat ke Gubernur Jawa Timur Bupati Lumajang sekaligus Kapolres Lumajang sebagai Pemangku wilayah hukum Kabupaten Lumajang terkait temuanya tersebut agar segera diperiksa pihak pihak yang diduga telah menyalahi aturan. 

Sementara itu Direktur PT CMS Lumajang Sis ketika dikonfirmasi RRI membantah jika adanya ketidak beresan dalam penggarapan proyek milyaran rupiah yang digarap mulai dari Lumajang sampai Jember tersebut, karena semua sudah sesuai prosedur yang ada. 
Sis juga mengatakan jika memang adanya masalah sebaiknya dihentikan saja penggarapan proyek tersebut saat ini.

"Kami yakin tidak bermasalah karena sebelumnya semua pihak termasuk dinas PU telah cros cek ke pemilik matrial terkait perijinan dan yang lainya jika ada masalah sebaiknya tidak diteruskan waktu itu, Kami tidak pernah bermasalah dengan orang lain, ini tidak benar karena kami sudah ada ijin tambang dan ijin Pemurnianya,"Katanya. KA

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00