• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seputar Kota

Pa'mai, Bangun Maros Dengan Fokus Tingkatkan SDM

22 February
13:30 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Perkumpulan Anak Maros Indonesia (Pa'mai) memperingati HUT-nya yang ke - III. HUT Pa'mai kali ini mengangkat tema "Anak Rantau Merajut Solidaritas, Bersinergi Untuk Kemajuan Maros". Acara itu diselenggarakan di Bale Panjang Museum Indonesia Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, hari ini Sabtu (22/02/2020)

Selain itu kegiatan itu juga diwarnai dengan tasyakuran dan pelantikan DPW - DPC Pa'mai.

Ketua panitia acara Muhammad Yusuf dalam sambutannya mengatakan terselenggaranya HUT - ke III Pa'mai berkat kerjasama yang baik semua anggota Pa'mai.

"Sebagai warga Maros yang ada diperantauan mari kita junjung kebersamaan, kekompakan untuk dapat berkontribusi membangun Maros sebagai tanah kelahiran kita agar semakin maju dan sejahtera warganya", ujarnya

Pada kesempatan yang sama Sekjen Pa'mi Andi Nurjaya Nurdin mengatakan dalam usia 3 tahun Pa'mi masih sangat belia, belum signifikan apa yang diperbuat. Tapi sudah membangun fondasi yang cukup baik bagi anak-anak Maros baik di diaspora di rantau maupun yang ada di Maros.

Andi Nurjaya Nurdin mengungkapkan 3 tahun Pa'mai sudah melaksanakan bebera program kerja. Meliputi kegiatan-kegiatan sosial kegiatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kemudian kegiatan pengembangan untuk usaha ekonomi.

"Program ekonomi utamanya ekonomi rumah tangga yang menyasar pada ibu-ibu, nelayan dan petani di Maros. Selain itu program kerja Pa'mai juga sudah mulai masuk ke fungsi-fungsi kemanusiaan.

"Kami juga mendorong untuk bagaimana potensi yang ada di rantau maupun di luar bisa dikapitalisasi menjadi energi untuk membangun utamanya kesejahteraan, peradaban dan peningkatan sumber daya manusuia ", ujarnya.

Hal itu penting, tandas Andi Nurjaya Nurdin karena senafas dengan arahan Presiden RI Jokowi, yang mengatakan bahwa sumber daya manusia itu adalah faktor yang sangat menentukan kemana arah pembangunan itu dituju.

"SDM yang kuat itu adalah SDM yang memiliki keunggulan baik dari sisi intelektual maupun dari sisi mental dan moralitas. Insyaallah untuk tahun-tahun ke depan Pa'mai
akan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Utamanya dengan pemerintah Kabupaten Maros untuk menjadikan Maros sebagai daerah maju, terkemuka yang dapat maju selaras dengan daerah lain di Indonesia.

"Pa'mai juga sudah berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Maros. Ada beberapa program yang sudah disinergikan. Program -program itu utamanya yang terkait dengan kesehatan", tuturnya.

Andi Nurjaya Nurdin menyebutkan
salah satu konsep Pa'mai adalah memberikan pembinaan kesehatan bagi warga yang ada di pelosok - pelosok.

"Fasilitas dan pelayanan kesehatan bagi warga pelosok itu sangat terbatas karena keterbatasan aksesibilitas dan kesediaan sarana", ungkapnya.

Andi Nurjaya Nurdin menegaskan kedepan Pa'mai lebih fokus membangun SDM agar bisa menjadi lebih kuat.

"Insya Allah ke depan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Maros akan terus ditingkatkan. Karena tanpa Sinergi itu saya kira kami tidak akan bisa berkontribusi apa-apa dan Pemda Kabupaten Maros. Pemda Maros akan bergerak lambat kalau tidak mendapat tambahan energi dari Pa'mai", tandasnya.

Pa'mai dideklarasikan 3 tahun yang lalu salah satu mandat yang diberikan kepada seluruh anggota pa'mai itu adalah melakukan konsolidasi warga warga yang ada di perantauan.

"Utamanya dari saat ini kami sudah membentuk dewan pengurus wilayah di beberapa wilayah. Kalau tidak salah kami sudah ada 7 wilayah yang dibentuk kepengurusan. Seperti DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Papua Barat, Provinsi Riau, Provinsi Kalimantan Timur. Dewan Pimpinan Cabang di Berau, di Maros, Sorong, Biak dan Manokwari.

Andi Nurjaya Nurdin menyebutkan berdasarkan database warga perantauan asli Maros dan keturunannya di Indonesia kira-kira 10.000 sampai 15.000 orang.

"Jadi kalau warga perantau ini kita konsolidasi potensi-potensi mereka tentunya sangat signifikan untuk dikolaborasi guna membangun SDM", paparnya.

Saat ini warga Maros yang dirantau yang sudah bergabung di Pa'mai masih antara 20 sampai 30%. (IRV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00