• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Wagub DKI, LKSP: Warga Khawatir Politik Transaksional Anggota DPRD DKI

21 February
19:17 2020
1 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan (LKSP) melakukan survei persepsi publik DKI Jakarta tentang pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Direktur LKSP, Astriana B. Sinaga, mengaku bahwa survei yang dilakukan pada 9-16 Februari 2020, ini dilaksanakan dengan dana mandiri, tidak terkait kepentingan individu atau lembaga apapun.

“Dalam survei ini ditemukan ternyata pengetahuan warga tentang pemilihan Wagub DKI sangat terbatas. Masih ada 39 persen responden yang tidak tahu bahwa proses pemilihan Wagub DKI ini sedang dilakukan oleh DPRD DKI,” ujar Astriana, dalam Ekspos Publik LKSP, di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

Bahkan, lanjutnya, dari 61 persen responden yang mengaku tahu ada pemilihan Wagub DKI, ternyata cukup banyak yang tidak tahu (18,2 persen) siapa kandidat Wagub DKI yang sedang digodok oleh DPRD DKI Jakarta.

“Secara pertanyaan terbuka, nama Nurmansjah Lubis lebih dikenal/dipilih oleh responden (55,4 persen). Sementara Ahmad Riza Patria (16,5 persen) lebih rendah meskipun tokoh Nasional,” katanya.

Menurut survei, kata Astriana, alasan responden untuk memilih kandidat Wagub DKI terutama karena faktor integritas (41 persen) dan kemampuan memimpin (38 persen). Selain itu faktor kecocokan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (14 persen), dan kedekatan dengan warga (7 persen).

“Warga memiliki kekhawatiran besar bahwa anggota DPRD DKI akan terpengaruh politik transaksional (68 persen) dalam pemilihan Wagub DKI. Sementara yang yakin tidak terpengaruh hanya sebagian kecil (8 persen) dan yang ragu cukup besar (24 persen),” katanya.

“Kekhawatiran ini sangat beralasan, sebab mengingatkan warga pada pengalaman di masa Orde Baru, ketika pemilihan kepala daerah dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” tuturnya.

Untuk menepis kekhawatiran itu, mayoritas responden (90 persen) mengusulkan dilakukan uji kelayakan kandidat Wagub DKI secara terbuka. “Sementara yang tidak setuju uji kelayakan hanya 7 persen,” pungkasnya.

Jumlah responden yang disurvei sebanyak 400 orang dari seluruh wilayah di DKI Jakarta, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 4,9 persen. Metoda yang digunakan Modified Probability dan non-probability sampling.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00