• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

Ketika Media sosial jadi sarana pelajar janjian tawuran

11 February
14:45 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Tawuran pelajar ternyata tak mengenal musim. Di pinggiran Ibu Kota Jakarta tawuran pelajar semakin mencemaskan hingga memicu  seorang pamong berencana memberikan sanksi sosial kepada sekolah.

Seorang Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI pun mengingatkan kehadiran orang tua dalam tumbuh kembang anak agar tidak memilih peer grup yang negatif.

"Dalam psikologi perkembangan anak, ada fase eksistensi mereka lebih nyaman ada dalam feer grup meski tidak positif. Butuh kehadiran orang tua agar anak anak lebih nyaman sehingga tidak memilih tawuran," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listiarty, Selasa (11/2)

Retno Listiarty dimintai pendapatnya tentang tewasnya dua pelajar di Bogor diawal tahun 2020. Mereka meninggal dunia yang oleh media lokal di kota ini disebut sebagai pertempuran sesama geng pelajar.

Orang tua yang membesarkan anaknya dengan pola asuh penuh kekerasan menurut Retno harus mewaspadai gejala ini "karena orang tua menjadi model bagi anaknya semisal salah sedikit dimaki atau berbuat salah dipukul maka anak akan berbuat yang sama kepada orang lain".

Pamong di Kota Bogor, sebuah kota penyangga Ibu Kota Jakarta diketahui segera merealisasikan penghentian bantuan hingga pemberian sanksi sosial kepada sekolah yang siswanya terlibat tawuran.

"Saya menduga ada yang mengorganisasi tawuran pelajar yang dalam tiga pekan terakhir marak dan menimbulkan 2 korban dari berbagai peristiwa berbeda. Kita tunggu saja apa yang bisa disampaikan kepolisian kepada publik terkait penegakan hukumnya," ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. 

"Kami sedang menjajaki kemungkinan ada pembagian sedikit kewenangan pembinaan kepada sekolah sekolah tingkat atas dari propinsi ke kabupaten/kota untuk menekan kasus tawuran pelajar,"tambah Dedie.

Janjian pelajar untuk tawuran  

Di Depok, kota yang juga berbatasan langsung dengan Ibu Kota ditemukan kasus tawuran pelajar dengan media sosial sebagai sarana mereka janjian.

Pemeriksaan yang dilakukan jajarannya kata Kepala Subbagian Humas Polres Metro Depok, AKP Firdaus ditemukan  fakta bahwa mereka tidak saling kenal dan beberapa kasus biasanya mereka janjian lewat media sosial "ada satu kelompok menggunakan live ig (siaran langsung instagram live stories ,red) kemudian yang lain berkomentar dan saling saut kemudian janjian di satu tempat".

Sementara ini pelajar yang diamankan tiga orang, dua diantaranya putus sekolah. 

"Titik awal tawuran jika dilihat dari hanphone mereka, anak anak ini dikendalikan alumni sekolah. Beberapa diantara mereka mengaku hanya ikut ikutan tapi ada yang sudah menyiapkan senjata tajam,"pungkas Firdaus.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00