• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Sasar Pekerja Notaris, BPJAMSOSTEK Gandeng Ikatan Notaris Indonesia (INI)

11 February
12:15 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan wajib dimiliki oleh seluruh pekerja Indonesia apapun jenis pekerjaannya. Hal tersebut tertuang dalam UU nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistim Jaminan Sosial Nasional (SJSN) Dan UU nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS. Perlindungan tersebut dimaksudkan agar pekerja dan keluarganya terlindungi dari resiko sosial yang terjadi bila pekerja mengalami resiko dalam melakukan aktivitas pekerjaannya.

Untuk memenuhi amanah tersebut, Sebagai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang memberikan perlindungan paripurna bagi pekerja Indonesia, BPJAMSOSTEK melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat segera dirasakan oleh para pekerja.

Termasuk dengan Ikatan Notaris Indonesia (INI). Hal ini ditandai dengan dilakukannya penandatanganan perpanjangan kerjasama antara BPJAMSOSTEK dengan Ikatan Notaris Indonesia. Perpanjangan kerjasama itu langsung ditandatangani oleh Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto dengan Ketua Umum Ikatan Notaris Indonesia (INI) Yualita Widyadhari, dalam bentuk Nota Kesepahaman tentang sinergi penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan. Perpanjangan kerjasama itu dilangsungkan di Kantor Pusat BPJAMSOSTEK, Jakarta, hari ini Selasa (11/02/2020).

Agus Susanto mengatakan, perpanjangan nota kesepahaman terkait dalam hal sosialisasi dan edukasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada notaris dan pekerja yan bekerja di kantor notaris melalui Pengurus Pusat, Pengurus Wilayah Dan Pengurus Daerah dari INI.

“Jadi, nantinya bukan hanya Notarisnya yang akan terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK, tapi juga para pekerja yang dipekerjakan di Kantor Notaris”. ungkapnya.

Agus Susanto menyebutka saat ini terdapat 17.000 potensi pekerja dari sekitar 2.800 Kantor Notaris di Indonesia. Namun baru 12.000 pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

"Data ini pasti akan terus meningkat dan ini menunjukkan bahwa kami punya tugas yang besar untuk mengoptimalkan kerjasama yang ada dalam rangka memberikan edukasi kepada para pekerja, khususnya para Notaris dan Pekerja di kantor Notaris”, terang Agus.

Dalam nota kesepahaman tersebut tertuang komitmen masing-masing pihak untuk mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dan kewenangannya guna meningkatkan kesadaran hukum bagi pemberi kerja/badan usaha di Indonesia untuk memenuhi hak dan kewajiban pemberi kerja/Badan Usaha terhadap pekerjanya dalam memperoleh hak perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kami berharap hubungan baik dan kerjasama yang kami bangun dengan berbagai mitra dapat membantu penyebarluasan informasi manfaat BPJAMSOSTEK bagi pekerja Indonesia termasuk peningkatan manfaat baru yang kami berikan tanpa adanya kenaikan iuran", ucapnya.

Agus Susanto menegaskan, program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diselenggarakan BPJAMSOSTEK merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan kepastian Perlindungan bagi warga negara nya.

"Semoga pekerja Indonesia menjadikan perlindungan BPJAMSOSTEK sebagai kebutuhan primer dalam melakukan aktivitas pekerjaannya sehari-hari", harapnya. (IRV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00