• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

Ketika Banjir Underpass Kemayoran Jadi Tempat Bermain Anak-Anak

3 February
22:14 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta:  Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran, Jakarta Pusat yang belum surut hingga Senin (3/2) siang turut menjadi tempat dadakan anak anak bermain di sekitar lokasi genangan. Mereka nampak telanjang kaki, karena sandal yang mereka pakai dijadikan 'perahu'perahuan' yang mereka seluncurkan ke genangan.

Awal tahun 2020 ini sudah tiga kali tempat ini kena banjir. Tertinggi hingga mencapai lima meter terjadi sepekan lalu di lokasi yang sama akibat tingginya curah hujan. 

"Seru, ga takut kelelep. Seneng aja main disini ngeliat banjir," kata salah seorang anak yang bermain di sekitar lokasi banjir.

Aksi anak anak yang mendadak menjadi 'nakhoda' perahu sendal ini kontras dengan kesibukan petugas yang sudah dua hari terakhir berjibaku menguras air di terowongan.

Menurut penjelasan Sutarso Komandan Regu Pemadam Kebakaran Kemayoran, air yang sudah disedot akan dibuang ke selokan yang airnya akan mengalir ke Kali Sunter. 

"Mudah-mudahan kalau ini hari enggak hujan genangan bisa surut sore ini," kata Sutarso pada Senin (3/2) siang.

Banjir yang merendam Underpass Gandhi, Kemayoran, Jakarta Pusat, berdampak buruk bagi pengendara yang biasa melintas di jalan tersebut. Berbeda dengan para pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi tersebut. 

Salah satunya adalah Andre (40), seorang pedagang minuman kaki lima di Underpass Gandhi, Kemayoran. Ia merasa banjir ini membawa berkah karena tidak sedikit warga yang datang menonton banjir di terowongan membeli dagangannya. 

"Alhamdulillah kemarin minggu dagangan saya lumayan laku dibanding hari-hari kalau tidak banjir,"ujar Andre. 

Berbeda dengan pekan lalu, terowongan Kemayoran yang kembali banjir tidak diramaikan oleh silang pendapat antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat. 

Memang kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Bambang Surya Saputra tidak ada yang menjadi polemik karena koordinasinya baik baik saja tapi kadang masyarakat disuguhkan informasi yang beragam sehingga terkesan pemerintahnya tidak kompak.

"Jadi perlu diwaspadai di berbagai daerah di DKI yang rendah termasuk di terowongan perlu diwaspadai dan ditingkatkan kapasitas pompa,"ujar Bambang Surya.

Banjir yang merendam kawasan Underpass Kemayoran terjadi sejak Minggu (2/2) pagi dan hingga sehari setelahnya belum ada kendaraan yang dapat melintasi Underpass Gandhi Kemayoran akibat air setinggi 1,5- 2 meter itu. Penyedotan ini diperkirakan baru akan selesai pada Senin sore jika hujan tidak turun lagi. 

Pusat Pengelola Kawasan (PPK) Kemayoran sedang berkoordinasi membahas saran Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah untuk evaluasi sistem drainase polder di Underpass Gandhi itu. Selain dibutuhkan normalisasi Waduk Kemayoran agar daya tampung air bisa bertambah.

"Banjir pekan lalu dikarenakan debit air hujan cukup tinggi bertepatan dengan terjadinya air pasang tertinggi pada permukaan laut yang menyebabkan yang sebelumnya air dari underpass dipompa ke waduk kemayoran menuju Sungai Sentiong kemudian dibuang ke laut, namun karena air pasang, air laut tersebut balik lagi ke underpass melalui jalur yang sama,"pungkas Direktur Perencanaan dan Pembangunan Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran Riski Renaldo.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

00:00:00 / 00:00:00