• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seputar Kota

Sukses di Maratua, Seri lomba foto bawah laut dan eksplorasi digelar di Gorontalo

17 January
21:05 2020
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Pulau Maratua di Kalimantan Timur menjadi lokasi pertama pelaksanaan Indonesia International Dive Adventure. Sukses penyelengaraan, lomba yang sama  kembali akan digelar pada bulan Maret 2020 di Gorontalo.

Direktur Utama PT Sapta Grahita Dewani Joice Maria Bernadet selaku konseptor dan pelaksana kegiatan  mengatakan Maratua dipilih menjadi titik awal pelaksanaan Indonesia International Dive Adventure yang rencananya memang digelar secara berseri pada Desember 2019 hingga 2020 karena berkaitan dengan kesiapan infrastruktur dan waktu (cuaca) terbaik.

Gorontalo menjadi titik penyelaman kedua pada Maret 2020 yang kemudian dilanjutkan ke Pulau Weh pada Juni 2020, Ambon pada September 2020 dan rencananya ditutup dengan penyelaman di Pulau Komodo pada Desember 2020.

“Di akhir nanti, akan ada pemberian hadiah juara umum yang dihitung berdasarkan poin dari seri pertama," ujar Joice Maria Bernadet dalam siaran pers yang diterima Radio Republik Indonesia pada Jum'at (17/1).

Pada kegiatan Indonesia Internasional Dive Adventure tersebut ada dua kategori lomba pertama, “Underwater Photography Competition” yang masuk dalam katagori Individual dan  “Exploration Dive Competition”  lomba beregu, yang diisi 4 personel dalam satu tim.

Pada kategori “Underwater Photography Competition” penilaiannya bedasarkan lomba foto on the spot. Dimana para peserta photographer underwater yang sudah mendaftar akan diberikan tantangan langsung mengabadikan foto-foto terbaiknya selama kegiatan berlangsung dilokasi penyelaman favorit. Foto-foto yang dihasilkan pun  benar-benar real-time saat kegiatan berlangsung. 

Sementara itu untuk “Exploration Dive Competition” adalah para peserta group akan mencari divesite-divesite yang baru diluar divesite yang sudah ada saat ini. Penilaiannya dewan juri tentu sudah lebih dahulu melakukan explorasi sehingga tahu apakah spot tersebut baru atau sudah familiar. Ketentuan lainnya berdasarkan kedalaman, keanekaragaman biota laut, level penyelaman, arus dan data-data teknis lainnya yang terkait lokasi divesite baru yang di temukan. 

Tim juri “Underwater Photography Competition”  meliputi Ria Qorina Lubis (Profesional Underwater Photography), Sofi Aida Sugiharto (Profesional Underwater Photography) dan Yos WK Amerta (Profesional Underwater Photography) dan sedangkan tim dewan juri dari “Exploration Dive Competition ada John E. Sidjabat (Scuba Diving Instructor dan Pelaku Usaha Wisata Selam) dan Firman Adiyaksa (Scuba Diving Instructor dan Pelaku Usaha Wisata Selam).

”Kami sangat berterimakasih atas pelaksanaan kegiatan ini, karena Maratua dipromosikan lewat even yang sangat bagus. Kemasan dan pesertanya sangat profesonal," Ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Sri Wahyuni.

Sri mengatakan ”kedepan kita harus kolaborasi atara pemerintah dan swasta. Kami melihat pelaksanaannya sangat mandiri. Mulai dari organizer sampai pembiayaan".

"Kalau bisa kita kolaborsikan dengan even lainnya, agar para diver, biker bisa ketemu dengan jazzer,’’ pintanya sambil tertawa lepas seraya menjelaskan 2021 akan ada even besar di Maratua. 

Menurutnya  promosi Maratua dan sekitarnya akan lebih besar lagi. Karena masih banyak spot dive dan tempat wisata lainnya yang belum terpublis dengan baik. Mulai dari potensi bawah laut destinasi lainnya sampai budaya eko wisata lainnya di Kalimantan Timur umumnya, Berau dan  Maratua khususnya.

Pada kesempatan lainnya, John E. Sidjabat, Scuba Diving Instructor dan Pelaku Usaha Wisata Selam mengatakan kegiatan tersebut untuk lebih menyemarakan promosi surga bawah laut Indonesia  di dunia Internasional. 

”Kegiatan ini tentunya memajukan dunia pariwisata Indonesia dengan menjadikan wisata selam sebagai primadona pariwisata untuk di dalam dan luar negeri. Sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat dan untuk negara ada nilai devisa,” ujar John E. Sidjabat. 

Senada dengan John, Ria Qorina Lubis, salah satu Juri Lomba Foto Bawah Laut  mengatakan Lomba Foto Bawah Laut ini membawa angin segar untuk kalangan fotografer bawah laut dunia khususnya Indonesia. 

”Ada hal menarik dari acara ini, Lomba Eksplorasi Titik Penyelaman Baru, lomba ini belum pernah ada dimanapun, menarik karena bisa dilakukan dalam group mencari titik penyelaman yang baru & memperebutkan hadiah yang cukup besar,’’ ujar Ria. 

”Pada saat penjurian, cukup sulit mencari foto yang terbaik dan layak menjadi pemenang, karena banyak sekali foto yang disubmit berkualitas baik,’’ sambung Ria.

Ria menyampaikan keindahan bawah laut yang kita miliki membuat peserta dari luar negeri seperti Austria & Malaysia ikut mengambil kesempatan pada even tersebut selain dari Indonesia sendiri tentunya, seperti dari Manado, Bali, Lombok dan Jakarta.

Satu peserta berdomisili di Malaysia Muhammad Naufal, mengaku begitu senang bisa ambil bagian pada kesempatan tersebut. “Lomba Explore Maratua, benar-benar acara yang menyenangkan, dihiasi oleh tantangan yang bermanfaat dan keramahan dari panitia yang luar biasa,’ puji Muhammad Naufal, peserta lomba foto bawah laut,  peraih peringkat 3 untuk kategori DSLR Wide, seraya berkomitmen mengikuti seri lomba foto berikut. 

Pemenang  Exploration Dive site Indonesia International Dive Adventure di Maratua Gian Fictoria, mengaku kegiatan ini menjadi ajang fotografi bawah laut bergengsi. Kompetisi mencari titik penyelaman yang pertama dengan diabadikan melalui foto & video yang membuka kategori baru 'eksploration Dive Site' yang memungkinkan penyelam untuk menjelajahi tempat menyelam baru dan melihat semua makhluk yang hidup di dalamnya. 

”Ini tidak hanya membutuhkan kemampuan keterampilan fotografi tetapi juga bekerja sebagai sebuah tim, kemampuan untuk melihat lingkungan bawah laut dan habitat makhluk dengan perilakunya. Kemudian untuk mengumpulkan semua foto dan video yang diambil dalam penjelasan dan presentasi yang tepat," kata Gian. 

Ia berharap "apa yang kami sajikan setidaknya dapat menggambarkan dan mewakili kekayaan potensi bawah laut Maratua setempat". 

Terima kasih banyak dengan empat jempol kepada semua juri dan panitia yang terlibat dalam acara ini. Terakhir namun tidak kalah pentingnya, pengaturan layanan dan akomodasi yang sempurna oleh Green Nirvana Resort dan staf lokal mereka. Mereka memberikan semua yang terbaik sehingga saya menulis dengan jujur dan apa adanya , ujar Gian Fictoria, peserta group Exploration Dive site dengan nama group Pantai Kacili. 

"Let's dive because there's no traffic jam down there", ucapnya.

Kebanggaan peserta lainnya atas keikutsertaannya pada kegiatan tersebut juga diutarakan Royke M Legi. Pemenang yang memboyong dua gelar Compact Macro best winner dan compact wide  best winner itu, Roy pulang dengan membawa Rp 60 juta. 
”Maratua memiliki spot diving yang luar biasa dengan keanekaragaman biota lautnya. Membuat kami peserta tidak kesulitan menenemukan objek foto baik makro atau pun wide. Fisibility juga sangat menunjang khususnya kamera sekelas compact,"ujarnya.

Seperti diketahui, Indonesia penyumbang sampah terbesar ke-2 di dunia, acara ini dibuat juga untuk mengkampanyekan gerakan mengurangi sampah plastik yang sedang menjadi isu global akibat pencemaran yang semakin parah kepada laut dan biota didalamnya. 

"Oleh karena itu kami berinisiatif untuk mendorong kebijaksanaan terkait dengan sampah plastik sekali pakai dengan mengundang perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bersama-sama menggalang komitmen dalam mengurangi pemakaian plastik sekali pakai di perusahaan-perusahaan masing-masing,"pungkas Joice.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00