• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

Saksi gedung ambruk di Slipi: “Orang yang ada di dalam toko berlarian”

7 January
20:29 2020
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Celah yang ‘terbentuk’ akibat  reruntuhan gedung  menjadi jalan keluar  orang-orang yang ada didalam  sehingga mereka berhasil  menyelamatkan diri sesaat gedung lima lantai di Slipi  Jakarta Barat itu ambruk.

Wandi (25) seorang saksi mata mengatakan dirinya tidak mendengar tanda-tanda gedung itu akan ambruk "enggak ada tanda-tanda, tahu-tahu ambruk aja gitu. Jadi orang dalem juga enggak pada tahu". 

Dari warung makan tempatnya jualan -persis di seberang gedung yang ambruk- Wandi melihat semua orang yang ada di dalam gedung langsung berlarian keluar.

“Saya lagi melayani pembeli jadi kaget. Tidak ada yang bisa saya lakukan. Cuma berdiam diri. Syock aja melihat bangunan itu tiba-tiba saja runtuh.”kata Wandi kepada Radio Republik Indonesia yang menemuinya pada Selasa siang (7/1) sehari setelah gedung itu ambruk.

Tiga lantai  keatas pada gedung yang ambruk diketahui kosong tidak digunakan “lantai dasar untuk minimarket dan lantai dua diatasnya dijadikan gudang Alfamart,”ujar Wandi.

Tidak ada korban meninggal dalam insiden ini sementara delapan orang  dilaporan media berhasil diselamatkan dan menyelamatkan diri dari gedung yang runtuh tersebut. Sementara tiga orang lainnya terluka karena berada di dekat gedung.

Baca Juga:Keresahan Muhamad Iqbal, Korban Runtuhan Gedung di Slipi

Hingga Selasa siang, reruntuhan dan sebagian gedung yang masih tersisa menjadi tontonan warga. Para pengendara nampak menghentikan kendaraanya sesaat untuk melihat onggokan gedung tersebut.
.
“Nanti malam katanya sih gedung itu mau dirubuhkan semuanya,”tambah Wandi menyampaikan desas-desus orang-orang yang makan diwarungnya.

Pembersihan puing-puing termasuk gerobak-gerobak yang kejatuhan reruntuhan gedung dibersihkan hingga membentuk gunungan puing bangunan dengan alat berat hingga pukul 01.00 WIB Selasa dinihari.

Onggokan gedung nampak dilingkari garis kuning polisi. Kerumunan orang yang menonton tidak seramai sehari sebelumnya. Di lokasi juga hanya ada polisi yang bertugas mangatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

“Lalulintas ramai lancar. Hanya sesekali pengendara berhenti atau melambatkan laju kendaarannya untuk menengok ke arah gedung yang ambruk,”kata soerang petugas polisi bernama Prihanto saat ditemui di lokasi kejadian.

Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menyebut gedung ambruk di Jalan Brigjen Katamso, Kota Bambu Selatan, Palmerah Slipi Jakarta Barat itu terjadi akibat proses korosi.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Polri Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya menyebut ambruknya gedung empat lantai itu diduga karena adanya korosi atau perkaratan besi  rangka bangunan.

"Dari hasil pengamatan dan analisa awal yang bisa kita simpulkan sebagai awal itu akibat adanya korosi daripada air ke dalam struktur beton sehingga sambungan-sambungan tiang itu telah mengalami pelapukan akibat proses korosi," kata Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Polri Komisaris Besar Polisi Ulung Kanjaya seperti diberitakan kantor berita ANTARA.

Ulung memperkirakan proses korosi di bangunan tersebut sudah cukup lama hingga ambruk pada Senin (6/1) karena tak kuat menahan beban bangunan.

"Ada barang bukti yang kita temukan banyak sudah alami proses korosi yang sudah hampir separuh kemakan diameternya," kata Ulung.

Pihaknya menduga adanya kebocoran pada bangunan, sehingga air bisa masuk ke strukrur beton. Sebab baja yang digunakan adalah baja polos dengan karbon rendah.

Curah hujan yang tinggi juga semakin membuat bangunan lapuk dan tak kuat menampung beban, sehingga ada air yang terjebak dan membebani struktur bangunan.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00