• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Haji Lulung Dukung Erick Thohir Bongkar Skandal Garuda-Harley

6 December
20:33 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VII DPR RI, Abraham 'Lulung' Lunggana menyampaikan apresiasi atas keputusan cepat dan tegas Menteri BUMN Erick Thohir yang mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, terkait penyelundupan Harley-Davidson dan sepeda merk Brompton menggunakan Pesawat Garuda A330-900.

Langkah Erick Thohir dalam menangani skandal tersebut menurut Haji Lulung pantas diacungi dua jempol. "Top, saya acungi dua jempol untuk Pak Erick Tohir. Saya mengapresiasi langkah Menteri BUMN yang bertindak cepat dan tegas dengan langsung memecat yang bersangkutan," ujar Haji Lulung kepada wartawan, di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Haji Lulung menilai sikap tegas Erick Thohir sangat tepat dalam upaya memutus rantai kejahatan masuknya barang-barang mewah ilegal ke dalam negeri. Sebab, lanjutnya, bukan mustahil skandal ini sudah berlangsung lama dan dengan jumlah besar.

Karenanya, Haji Lulung meminta Erick Thohir tidak hanya berhenti pada pencopotan orang nomor satu di PT Garuda Indonesia. Kasus ini harus dibawa dan diselesaikan ke ranah hukum.

Politisi Fraksi PAN ini menyebut, skandal Garuda-Harley harus diinvestigasi dan diusut tuntas dengan menggandeng dan bekerjasama dengan aparat penegak hukum, mulai dari polisi, Kejaksaan hingga KPK.

“Penyelundupan barang ilegal itu tidak mungkin dilakukan oleh pemain tunggal dari pihak Garuda saja. Tetapi pasti juga melibatkan pihak-pihak terkait seperti oknum Bea Cukai, petugas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara hingga otoritas Bandara,” katanya.

Jika terbukti, kata Lulung, mereka harus diberikan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena skandal ini berakibat pada kebocoran uang negara dalam jumlah fantastis.

"Jadi, Pak Erick Thohir harus membongkar skandal ini, semua yang terlibat dalam penyelundupan ini harus ditindak tegas. Apalagi, ini merupakan jenis barang mewah. Apabila barang tersebut tidak dilaporkan, negara jelas mengalami kerugian besar," tegas Haji Lulung.

"Jadi, siapa pun yang terlibat termasuk para pembeli barang-barang mewah itu harus dikejar. Semua barang harus disita oleh Negara, karena sekali lagi ini merupakan kejahatan besar," sambungnya.

Haji Lulung pun menegaskan, pihaknya berkomitmen akan mengawal kasus ini. Dia ingin mafia di tubuh Garuda dibersihkan sampai ke akar-akarnya. Haji Lulung menilai, gebrakan Erick Thohir juga penting dalam upaya menjaga integritas para direksi BUMN-BUMN yang lain, dan sekaligus dalam rangka mendorong kebangkitan perusahaan pelat merah di Tanah Air.

"Kami di Komisi VII juga berharap kejadian kasus Dirut Garuda ini menjadi pembelajaran bagi seluruh direksi BUMN ke depan, agar jangan coba-coba menyalahgunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi dan kelompok," ungkapnya.

"Saya kira, Pak Jokowi butuh orang-orang seperti Pak Erick Thohir untuk membenahi sektor-sektor BUMN lainnya," tutur mantan Wakil Ketua DPRD DKI itu.

Dengan begitu, Haji Lulung yakin manajemen yang bersih dan berintegritas di BUMN akan mempercepat perbaikan-perbaikan di semua sektor BUMN sebagaimana yang diharapkan Presiden Jokowi.

Layanan Garuda Tak Boleh Terganggu.

Di sisi lain, Haji Lulung mengatakan, yang tak kalah penting adalah pencopotan Ari Askhara dari posisi Direktur Utama tidak boleh mengganggu operasional penerbangan Garuda Indonesia.

Dia meminta seluruh pekerja di Garuda Indonesia agar tetap menjalankan tugas sebaik-baiknya secara profesional, dengan tetap mengutamakan keselamatan sebagai hal yang utama.

Seluruh karyawan, kata Haji Lulung, silahkan bekerja layaknya kondisi normal tanpa harus terhambat oleh polemik yang terjadi pada jajaran direksinya. "Saya minta kepada para karyawan Garuda Indonesia agar tetap melayani penerbangan seperti biasa dan selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan penumpang, itu yang terpenting," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00