• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seputar Kota

Ubhara Jaya Gelar Seminar Membahas Bahaya Siber

2 December
18:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bekasi : Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) Kampus Bekasi bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), menggelar seminar internasional dengan tema "New Security Challenge : Facing Cyber Threats from Multidisciplinary Approach". 

Acara yang digelar di Gedung Auditorium Tanoto Ubhara Jaya Bekasi, Senin (2/12/2019), menghadirkan tujuh narasumber ahli di bidang siber. Yakni, Prof. Dr. Abu Bakar Munir (University Malaya, Malaysia) Prof Dr. Hermawan Sulistyo (Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional Universitas Bhayangkara), Tamra.H.Greig  (US Embassy Deputy Principal Officer) Dr. Jiow Hee Jhee (Singapore Institute of Technology), Pastor Argualles Jr, Ph.D (Universitas Perpetual Help System The Philippines) Dr. Aksel Tomte (University of Oslo, Norwegia) dan Dr. Do Giang Nam (Vietnam National University).

Ir. Djuni Thamrin, M.Sc, Ph.D, Ketua Pelaksana sekaligus Kepala Lembaga Penelitian, Pengadian Masyarakat dan Publikasi (LPPMP) Ubhara Jaya berharap, seminar ini bisa mengedukasi kaum milenial agar lebih berhati-hati saat menggunakan gadget di era globalisasi saat ini.

"Kami mendatangkan tujuh narasumber dari berbagai negara, agar bisa saling share mengenai pengamanan dan kejahatan siber di negara masing-masing," katanya, pada sesi konfrensi pers, Senin (2/12/2019).

Di tempat yang sama, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Komjen Pol. Dharma Pongrekun mengatakan, sebelumnya di Indonesia sangat jarang terjadi kasus hoaks ataupun ujaran kebencian serta soal radikalisme.

"Namun setelah adanya migrasi menuju tekhnologi di era globalisasi sekarang ini, hal tersebut sangat marak sehingga perlu diwaspadai kedepan," katanya.

Selain itu, menurut dia, tekhnologi seperti gadget sekarang ini yang ada di genggaman masyarakat, tentu bisa bekerja secara masif dengan artian penyebaran informasinya secara bersamaan, dan terkadang tanpa disadari sulit terkontrol.

"Sehingga perlunya proteksi atau perlindungan diri secara personal  termasuk proteksi bagi suatu negara, sebab penyebaran hoaks secara masif bisa menjadi pemecah negara," tambahnya.

  • Tentang Penulis

    Erik Hamzah, SH

    Reporter RRI Jakarta. email : erik.hamzah@gmail.com

  • Tentang Editor

    Erik Hamzah, SH

    Reporter RRI Jakarta. email : erik.hamzah@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00