• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ulasan

Rekan Indonesia Dukung Menkes Berantas Fraud Yang Terjadi Di JKN.

30 November
19:35 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selama 5 tahun dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan selalu mengalami defisit. Penyebab defisit diklaim oleh BPJS karena pembengkakan pembiayaan klaim oleh rumahsakit yang disebabkan oleh tindakan yang berlebihan dari dokter dalam menangani pasien.

Sekretaris Nasional Rekan Indonesia, Ervan Purwanto mengtakan hal itu dalam siaran persnya yang diterima RRI sore ini, Sabtu (30/11/2019), menanggapi upaya menteri kesehatan Terawan menyelidiki penyebab defisitnya BPJS Kesehatan yang ditenggarai salah satunya adalah terjadi fraud dalam tindakan persalinan.

Salah satu hal yang disoroti Menteri Kesehatan Terawan, ujar Ervan Purwanto adalah layanan persalinan melalui operasi sectio caesarea yang banyak terjadi di hampir seluruh daerah. Operasi caesar itu pun diduga tidak sesuai ketentuan.

Sebenarnya sudah banyak keluhan dari peserta BPJS yang melakukan persalinan di RS. Dimana ujung dari tindakan persalinan harus dilakukan operasi caesar. Seringkali pasien kaget dengan keputusan dokter kandungan yang memutuskan harus operasi caesar padahal pasien yakin bisa lahir normal.

"Untuk ibu muda yang pertama kali melakukan persalinan sering pasrah ketika dokter memutuskan agar dilakukan tindakan operasi caesar" ungkapnya.

Ervan Purwanto menandaskan, sering kali dokter menjelaskan pada pasien dengan bahasa kedokteran kandungan yang tidak dipahami sama sekali oleh pasien, sehingga pasien mau tidak mau menyetujui tindakan tersebut.

Sementara untuk ibu yang pernah melahirkan sering merasa aneh dengan keputusan dokter terhadap kehamilannya. Padahal pada saat kehamilan sebelumnya si ibu melahirkan secara normal dan pada kehamilan berikutnya tidak ada tanda atau gejala yang berbeda dengan kehamilan sebelumnya.

"Kami sering mendapat keluhan dari ibu yang pada persalinannya ke 2 atau 3 harus cesar. Banyak pasien merasa dokter sekarang kurang sabar menunggu proses persalinan" ungkapnya.

Menurut Ervan Purwanto, Rekan Indonesia sering menemukan kondisi dimana puskesmas atau bidan bersalin sangat mudah merujuk ibu bersalin dengan rujukan operasi caesar.

"Dugaan kami ada permainan juga antara puskesmas atau bidan dengan RS agar merujuk dengan rujukan operasi caesar" ujarnya.

Ervan Purwanto mendukung upaya menkes dalam menyelidiki fraud dalam persalinan tersebut. Namun, Ervan Purwanto juga meminta kepada menkes agar pasien diberikan hak opini kedua. Sehingga ketika pasien tidak yakin terhadap rekomendasi dokter kandungan untuk operasi caesar, pasien bisa meminta pendapat kedua dari dokter kandungan lain.

"Tentunya opini kedua ini harus difasilitasi oleh pemerintah, dan harus independen sehingga opininya fair" usulnya. (IRV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00