• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seputar Kota

Kontraktor Beberkan Pungli di Disrumkim Kota Depok, Ombudsman: Benar itu, Sangat Dimungkinkan

18 November
18:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Sejumlah pengusaha konstruksi mengeluhkan praktik pungutan liar (pungli) dan kolusi di Kota Depok. Maraknya pungli berkedok komisi di Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkim) Kota Depok, bukan rahasia umum lagi.

Salah satu pelaku jasa konstruksi di Kota Depok Fulan HN menuturkan, sebelum lelang proyek digelar di Badan Layanan Pengadaan (BLP) Barang/Jasa Kota Depok. Sejumlah oknum dinas yang jadi orang kepercayaan pejabat sudah mintai uang yang besar kepada para pengusaha sebagai imbalan dan jaminan mendapat proyek.

Sistem ini berlaku untuk proyek penunjukan langsung (PL) maupun proyek lelang.

"Wah, itu sih udah bukan rahasia umum lagi, mau gimana pun budaya ini susah di tumpas. Kalau ngga begitu, ngga ada jaminan si kontraktor bakal dapat pekerjaan, kita kontraktor ya nurut aja lah," tutur Fulan kepada RRI, di Jalan Raya Margonda, Senin (18/11/2019).

Menanggapi praktik pungli ini, Komisioner Ombudsman RI Prof. Adrianus Meiliala membenarkan adanya praktik pungli dan uang muka atau uang servis seperti ini. Sebutnya, pungli sudah praktik tua dan usang yang sulit diberantas.

Mantan Komisioner Kompolnas ini berjanji akan bekerjasama dengan KPK untuk membongkar pungli ini tidak hanya di Kota Depok juga diseluruh wilayah Indonesia.

“Itu sudah mengarah kepada korupsi, penyuapan, atau pungli. Ombudsman menekannya melakukan kerjasama dengan KPK untuk menangani soal ini. Dalam hal ini, aparat pemerintah sudah menjadi preman proyek. Dan kontraktor pun berlomba-lomba kuat-kuatan untuk menyuap oknum pejabat pemegang kuasa anggaran untuk mendapatkan pekerjaan proyek ini,” ujar Adrianus.

Pada praktiknya, oknum ini tidak sendirian beraksi, sudah terencana dan masif. Kata Fulan, tak sedikit kontraktor yang gigit jari tidak mendapatkan proyek lantaran tidak sanggup memenuhi permintaan sejumlah uang yang ditentukan oleh oknum Disrumkim.

“Saya bisa tunjukkan orangnya di Disrumkim dan di BLP. Inisialnya D, W, A, K. Ini mereka adalah kepercayaan pejabat tinggi di Pemkot Depok,” ujar Fulan HN sembari kemudian menyebutkan nama-nama mereka setelah sebelumnya meminta nama mareka diungkap dengan inisial.

"Jadi jangan heran kalau pekerjaan mereka akhirnya asal-asalan. Ya pasti mereka maling lah, dengan cara mengakali spek, orang udah diperes habis-habisan, oleh dinas dan oknum instansi lain untuk dapatkan proyek itu," tambahnya.

Menanggapi sinyalemen pungli dan penyuapan ini, Kapolres Kota Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan akan menindaklanjuti sinyalemen pungli di proyek konstruksi ini.

Baca Juga: Komandan Subdenpom Minta Kejaksaan Periksa Kontraktor Gak Becus, Kasno: Bubarin Aja TP4D

“Akan kami tindaklanjuti. Bisa juga diawali laporan kepada inspektorat daerah dan Team Saber Pungli,” ujarnya.

Keprihatinan yang sama juga ditanggapi oleh Kasi Intelijen Kejari Kota Depok Kosasih. Pria yang juga menjabat Wakil Ketua I Team Saber Pungli mengingatkan bahwa team ini mengantensi soal pungli dan penyuapan.

"Sudah masuk dalam atensi kami. Tunggu saja waktunya. Sekarang biarkan mereka kerja dulu,” katanya pekan lalu. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00