• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seputar Kota

Potret Toleransi dan Keterbukaan di Oman Dipamerakan di Perpusnas

12 November
19:31 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Pameran budaya Oman di Jakarta memperlihatkan bagaimana potret toleransi dan keterbukaan di salah satu negara Islam yang dikenal toleran. 

Karya seni ini diproduksi oleh Kementerian Wakaf dan Agama Kesultanan Oman bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang digelar di Gedung Perpusnas RI, Jl. Merdeka Selatan, Jakarta selama empat hari dimulai 14 Nopember hingga 18 November 2019.

Pameran ini dimulai dari Oman sejak tahun 2010 lalu "dengan niat untuk memajukan toleransi di seluruh dunia agar menciptakan perdamaian," kata Muhamad Said Al-Mamari Konselor di Kementerian Wakaf dan Agama Kesultanan Oman ditemui RRI di Jakarta pada Selasa (12/11).

Kesultanan Oman, negara monarki mutlak yang terletak di sebelah tenggara Semenanjung Arab itu, termasuk salah satu negara Islam yang dikenal toleran. 

Negara yang berbatasan dengan Arab Saudi (barat), Uni Emirat Arab (barat laut), Yaman (barat daya), Laut Arab (timur dan selatan), dan Teluk Oman (utara) ini dihuni oleh penduduk dengan berbagai macam latar belakang etnis dan agama.

Total penduduknya tak lebih besar dari penduduk DKI Jakarta, kurang lebih 4 juta jiwa menurut sensus 2014. 

Mayoritas adalah Arab Muslim dengan populasi sebesar 77 persen. Sedangkan, sisanya adalah minoritas India, Pakistan, Iran, dan Afrika.    

Pada pameran budaya dengan tema “Toleransi, Pemahaman, Koeksistensi: Pesan Islam Oman” sejumlah seniman asal Oman akan ambil bagian dalam acara yang sudah digelar di 38 negara tersebut, seperti seniman kaligrafi, lukisan pasir, nasyid, qori, dan qosidah. Selain itu, ada lokakarya juga ada acara mewarnai bagi anak-anak.

Selain memperkuat hubungan kedua negara, pameran ini juga bertujuan  menyebarkan toleransi beragama, pemahaman antar budaya dan dialog antar agama sambil menunjukan Islam dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Arab modern di Oman.

"Kami memiliki tiga kelompok populasi di bumi: yang pertama, yang terdiri dari orang-orang Kristen, Yahudi dan Muslim yang percaya pada satu Tuhan dan sebuah Kitab Suci, yang kedua, ateis yang telah kehilangan semua kepercayaan pada agama dan kelompok ketiga, mewakili sebuah berbagai ide keagamaan dan spiritual,"ujar Yang Mulia Sheikh Abdullah Al-Salimi, Menteri Wakaf dan Agama Oman.

"Kami berusaha untuk mempertahankan dialog yang konstruktif dan tulus dengan para sarjana dan perwakilan dari semua kelompok ini. Tujuan pertukaran adalah untuk merefleksikan dasar pemikiran kita, moralitas yang sama dan rasa keadilan yang sama. Hanya ketika kita menyadari kesamaan ini dan ini membentuk dasar dari tindakan kita, sambil menerima perbedaan budaya, kita dan anak anak kita akan menikmati masa depan yang damai,"tambah Yang Mulia Sheikh Abdullah Al-Salimi.

Film dokumenter pendek, "Toleransi Beragama di Oman", oleh pembuat film Jerman pemenang penghargaan Wolfgang Ettlich juga akan mewarnai jalannya pameran budaya ini.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00