• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Seputar Kota

Tidak Sesuai RAB, Pembangunan Gedung Damkar Kota Depok Terancam Dibongkar

30 October
11:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Proyek Pembangunan Gedung Pemadam Kebakaran (Damkar) yang terletak di Jalan Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, nekat cor 21 titik Beton Kolom Pedestal pakai adukan manual menggunakan mesin Molen Kecil. Padahal sesuai RAB, 21 titik Kolom Pedestal itu harusnya di cor dengan Mobil Ready Mix K-250 dengan tinggi 1.5 meter per titik.

Beton Kolom Pedestral ini memiliki peran penting sebagai penopang utama konstruksi gedung setelah cakar ayam atau pondasi.

Marbun, Pelaksana PT Surya Abadi Rejeki mengakui bahwa pihaknya terpaksa mengabaikan beton mobil ready mix K-250 dan menggunakan beton adukan manual menggunakan mesin Molen kecil. Karena tidak ada supplier beton ready mix yang bersedia mengirimkan beton dalam volume kecil.

"Iya kami pake beton manual kemarin waktu ngecor beton kolom pedestal karena Agung Beton ngga mau ngirim kalau cuman order 2.5 meter kubik," tutur Marbun kepada RRI di lokasi, Rabu (30/10/2019).

Marbun melanjutkan, agar kualitas beton adukan sesuai dengan RAB yaitu Ready Mix K-250. Pihaknya pun akhirnya meminta formula adukan mobil ready mix K-250 kepada salah satu perusahaan ready mix, untuk diterapkan pada saat mereka membuat beton manual.

"Karena kami ngga bisa beli beton mobil ready mix K-250 hanya 2.5 meter kubik, karena katanya minimal order harus 4 meter kubik, akhirnya kami meminta formula bahan-bahan campurannya apa saja, untuk kami buatkan beton secara manual," jelas Marbun.

Dia pun memastikan, jika penggantian beton mobil ready mix K-250 ke beton adukan manual ini sudah mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan PPK Bidang Pembangunan pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Kota Depok Suwandi.

"Sebelum kami buatkan beton manual kami diskusi dan konsultasi dulu ke konsultan pengawas dan Disrumkim. Mereka semua sudah tahu dan setuju pake beton manual ini," tuturnya.

Ketika ditanya hasil uji lab beton adukan manual tersebut guna memastikan mutu K-250?. Marbun menyebutkan pihaknya baru akan melakukan uji lab 3 minggu kemudian, karena sesuai standard, beton yang akan di uji lab harus berusia 28 hari.

"Udah kami siapkan betonnya dalam bentuk kubus untuk di uji lab. Ini baru didiamkan 1 minggu, 3 minggu lagi lah nanti akan kami bawa (beton) itu ke Sofoco di daerah Pondok Indah untuk di uji lab," tuturnya.

Kemudian, ketika ditanya, bagaimana nanti apabila hasil uji lab beton buatan mereka itu ternyata tidak sesuai dengan mutu di RAB yakni K-250?. Sebab beton adukan manual itu telah di pakai meskipun belum mengantongi hasil uji lab.

Marbun memastikan pihaknya akan bertanggungjawab, sesuai dengan petunjuk teknik di RKS.

"Kami akan tanggungjawab kalau nanti hasil lab beton ini ternyata tidak sesuai RAB K-250. Upaya apa yang akan kami lakukan nanti, sesuai dengan petunjuk teknis," tegasnya.

Terpisah, salah satu pegawai Agung Beton berinisial BM ketika di konfirmasi RRI, apakah benar pihaknya tidak melayani order atau pesanan mobil ready mix K-250 volume 2.5 meter kubik. BM menegaskan hal itu tidak benar, namun order dibawah 5 meter kubik dikenakan biaya tambahan mobilisasi.

"Bisa aja pesen 2.5 meter kubik, tapi kena mobilisasi karena pesen dibawah 5 meter kubik," katanya.

Pakar Pembangunan J Simorangkir menyebutkan akan sulit menyamakan mutu beton mobil ready mix K-250 dengan beton adukan manual. Apalagi hanya menggunakan mesin Molen kecil dengan takaran yang di kira-kira saja.

Biasanya, beton Molen kecil kalau di uji lab mutunya hanya berkisar K-170 sampai dengan maksimal K-220. Dan tempat uji lab beton di Jakarta dan sekitarnya ini masih bisa dihitung dengan jari, salah satunya di Universitas Indonesia (UI).

"Itu udah menyalahi RAB apapun alasannya. Besar kemungkinan beton manual itu ngga bakal tercapai mutu K-250 kalau di uji lab. Konsekuensinya fatal, bisa di bongkar," ungkapnya.

Sementara itu, baik Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Depok Dudi Miraz maupun Kepala Bidang Pembangunan Disrumkim Suwandi masih enggan di konfirmasi terkait hal tersebut. Hingga berita ini diturunkan kedua pejabat profesional Pemerintah Kota Depok itu mengaku sedang melakukan pengecekan ke lapangan. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00