• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ulasan

Kerja Sama Pertamina dan 14 Perusahaan Dinilai Positif

23 October
21:03 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakrta :Guru Besar Universitas Palangkaraya Profesor Danes Jaya Negara menilai positif kerjasama antara Pertamina dan 14 perusahaan terkait penggunaan jalan hauling, yaitu Jalan Pertamina di Barito Timur. “Saya mendukung langkah-langkah yang sifatnya positif seperti itu,” kata Danes ketika dihubungi dari Jakarta hari ini. 

Itu sebabnya, Danes juga setuju bahwa perusahaan-perusahaan lain sebaiknya juga mengikuti upaya tersebut. Mereka hendaknya turut bekerja sama dengan Pertamina sebagai pemilik sah jalan sepanjang 60 kilometer itu dan mengikuti aturan main yang dibuat Pertamina. 

Menurut Danes, jalan hauling tersebut memang harus dikelola Pertamina sebagai pemilik sah. Pasalnya, BUMN tersebut sudah memiliki bukti-bukti kepemilikan terhadap jalan tersebut. “Karena itu aset Pertamina, maka Pertamina yang berhak mengelola,” kata dia. 

Sebelumnya, Pertamina melalui PT Patra Jasa memang mengajak 14 perusahaan untuk menandatangani Nota Kesepakatan penggunaan jalan Pertamina di Barito Timur. Dalam Nota Kesepakatan yang ditandatangani di Swissbel Danum, Palangka Raya, Jumat (11/10) tersebut, seluruh perusahaan menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh PT Pertamina. 

Pertamina memang memiliki bukti legal atas kepemilikan jalan tersebut. Dalam kaitan itu pula, Muspida Barito Timur yang terdiri atas Bupati Bartim, Kepala Kejaksaan Negeri Bartim, Kepala Badan Pertanahan dan Tata Ruang Bartim, sudah mengakui bahwa Pertamina merupakan pemilik sah atas jalan tersebut. 

Dalam konteks itu pula, Danes berpendapat, jika terdapat pihak lain yang mengklaim aset BUMN tersebut, mereka bisa dikenakan pasal mengenai perampasan aset negara dan penggelapan. Mereka, harus membuktikan dokumen kepemilikan terhadap jalan sepanjang 60 km yang terletak di Desa Bentot, Kecamatan Patangkep Tutui hingga Desa Telang Baru, Kecamatan Paku Epat tersebut

“Mereka bisa dilaporkan terkait pengambilalihan hak, penggelapan dan sebagainya, bisa kena pasal itu. Dan pihak-pihak yang mengklaim harus membuktikan kepemilikan mereka,” lanjut Danes. 

Danes tidak menepis, bahwa polemik jalan hauling merupakan akibat dari fungsi jalan yang sempat terlantar. Dari sana, memang muncul potensi klaim oleh pihak lain, seperti preman. Dan nyatanya, sebelum ini memang ada pihak lain yang memanfaatkan tersebut. Bahkan, mereka juga melakukan pungutan terhadap setiap pengguna jalan. Pungutan liar tersebut diduga sudah mencapai puluhan miliar per tahun. “(Pungutan) itu juga harus ditertibkan,” jelas Danes. (AA)

  • Tentang Penulis

    Anwar Armeyn

    Reporter RRI jakarta sejati ( anwararmeyn@gmail.com )

  • Tentang Editor

    Anwar Armeyn

    Reporter RRI jakarta sejati ( anwararmeyn@gmail.com )

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00