• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Ibnu Mulkan Resmi Buka Peringatan HSN ke-4 Tahun 2019 di TMII, Ratusan Santri Ikuti Berbagai Lomba

20 October
12:59 2019
1 Votes (2)

KBRN, Jakarta: Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC-NU) Jakarta Timur bersama pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ibad menyelenggarakan acara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2019. Kegiatan itu diselenggarakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur. Dengan mengusung tema " Santri Unggul Indonesia Makmur" Doa bersama untuk Bangsa Indonesia.

Kegiatan itu dilaksanakan selama 3 hari yakni hari Minggu, Senin dan Selasa (20, 21 dan 22/10/2019)

Ketua Panitia Penyelenggara Peringatan Hari Santri Nasional ke-4 tahun 2019, Ibnu Mulkan dalam sambutannya pada pembukaan acara itu diawali dengan bacaan Basmalah.

"Dengan mengucapkan 'Bismillahirrohmanirrohim' hari ini Minggu 20/10/2019 kita memperingatan Hari Santri Nasional ke- 4 tahun 2019 saya nyatakan dengan resmi dibuka", Ucapnya, sembari diikuti tepuk tangan meriah dari semua hadirin.

Ibnu Mulkan mengatakan, semoga acara ini membawa barokah dan para kyai panjang umur, santrinya nanti menjadi ulama semua berkah dunia dan akhirat.

"Ikuti acara ini sampai selesai sampai tanggal 22 Oktober 2019", ujarnya.

Usai pembukaan acara itu, Ibnu Mulkan kepada RRI mengatakan tujuan dilaksanakannya peringatan Hari Santri Nasional adalah untuk memeriahkan dan menyambut peringatan HSN ke-4 tahun 2019, yang jatuh pada tanggal 22/10/2019. Sekaligus mengangkat derajat para santri, sehingga santri bisa lebih maju dan lebih bermitra kepada pemerintah, agar Indonesia kedepannya lebih maju.

"Indonesia lebih maju menjadi negara yang "Baldhatun Thoyyibathun Warobbun Ghofur", ucapnya.

Ibnu Mulkan lebih lanjut menjelaskan, kegiatan peringatan Hari Santri Nasional yang dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah TMII diisi dengan berbagai acara lomba. Antara lain lomba membaca kitab kuning, Muhadhoroh/ceramah, marawis/ hadro, kaligrafi, Hafiz Al-Qur'an istighosah, parade obor, ditutup dengan apel akbar santri. "10.000 santri seJabodetabek.

"Melalui berbagai lomba yang dilaksanakan diharapkan agar para santri nantinya menjadi ulama yang kreatif dan inovatif menyikapi berbagai hal yang dihadapi Bangsa Indonesia kedepan", ujarnya.

Sementara terkait kegiatan apel akbar santri, kata Ibnu Mulkan akan digelar pada tanggal 22/10/2019 di museum Keprajuritan yang merupakan puncak acara.

"Puncak acara akan dihadiri sekitar 10.000 santri yang berasal dari perwakilan dari pondok pesantren se-Jabodetabek sebagaimana yang sudah diundang oleh panitia," sebutnya.

Ibnu Mulkan menegaskan peringatan hari santri yang dilakasanakan mulai hari ini Minggu (20/10/2019) di TMII tidak ada hubungannya dengan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI. Hanya saja memang bertepatan harinya yang sama.

"Kalaupun dihubungkan, tidak lain kita ingin mendoakan pemimpin kita, agar kedepannya lebih amanah, aman, adil dan makmur. Sehingga Indonesia yang kita cintai ini lebih maju kedepannya.

"Kita semua anak bangsa berdoa bersama dengan para santri disini", ucapnya.

Saat diminta tanggapannya terkait dengan paham radikalisme di Indonesia yang akhir - akhir ini ramai diberitakan dimedia, Ibnu Mulkan menegaskan serta mengajak para santri dan warga NU bersama - sama mengikis habis radikalisme yang betul - betul mengancam dan mengganggu ketenteraman rakyat dan bangsa.

"Saya sebagai Rois suryah, Ketua pengurus cabang NU Jakarta Timur mengajak santri dan warga NU mengikis habis ajaran radikalisme yang menjadi ancaman bagi bangsa dan negara", tandasnya.

Lebih lanjut Ibnu Mulkan menyebutkan, santri yang hadir dalam peringatan hari santri nasional berasal dari 50 pondok pesantren di Jabodetabek.

"Selain itu, ada juga anak-anak TPA dan sekolah islam yang diundang berfartisipasi dalam acara ini.", imbuhnya.

Ibnu Mulkan menambahkan pembukaan peringatan HSN ke-4 Tahun 2019 hari ini dihadir para pengasuh dan pimpinan pondok pesantren beserta keluarga besar PESANTREN RI-1

Ibnu Mulkan lebih lanjut mengungkapkan, Peringatan Hari Santri setiap tanggal 22 Oktober ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo dengan Kepres Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri ditandatangani Presiden Jokowi pada tanggal 15 Oktober 2015.

"Dasar hukum Kepres Hari Santri adalah Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945", tandasnya.(IRV)










tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00