• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

International Conference of International Society of Economics and Sosial Science for Animal Health South East Asia (ISESSAH SEA) 2019

20 October
01:58 2019
2 Votes (5)

KBRN,BOGOR :  Para ahli dan pakar dibidang ilmu ekonomi, ilmu sosial dan kesehatan hewan dari sejumlah negara berkumpul di Bogor untuk mengikuti acara ‘International Conference of International Society of Economics and Sosial Science for Animal Health South East Asia (ISESSAH SEA) 2019’ yang dilaksanakan selama dua hari (17-18/10/19),  di Gedung International Conference Center (ICC), Kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor, kemarin.

Ketua Pelaksana Kegiatan Dr. Ir. Etih Sudarnika,MSi  mengatakan, kegiatan International Conference of International Society of Economics and Sosial Science for Animal Health South East Asia (ISESSAH SEA) tahun 2019 ini diselengarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University bekerjasama dengan Sekolah Bisnis IPB.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah sekaligus upaya dari para ahli ekonomi,sosial dan pakar kesehatan hewan dengan ruang lingkup kawasan ASIA Tenggara khususnya untuk bersama menjaga dan melindungi (proteksi) akan berbagai hal, khususnya ancaman berbagai penyakit menular pada hewan lintas Negara yang dikawatirkan dapat masuk dan menyebar atau menulari kepada manusia.

 “Ya, sesuai dengan tema dalam diskusi hari ini yakni ‘Strengthening anaimal health in farm busniss towards 4.0 industry in the Southeas Asia’  kami ingin duduk bersama, berdiskusi untuk membahas berbagai isu aktual dari sudut pandang dan keilmuan berbeda beda, yakni ada dari para ahli ekonomi,sosial dan kesehatan hewannya sendiri sehingga akan tercapai sebuah kesamaan pandangan dalam mencari solusi menghadapai isu actual kesehatan hewan, khususnya di kawasan Asia Tenggara,” jelasnya.

Menurut Dr. Etih pertemuan ini dirasa sangat penting karena persoalan keamanan dan kesehatan pada hewan ternak atau peliharaan, tidak bisa hanya diselesaikan oleh satu bidang atau ahli tertentunya saja. Terlebih saat ini semua Negara termasuk Indonesia harus mampu siap bersaing menghadapi era idustri global 4.0 dan perdangan bebas internasional.

“Siap tidak siap, itu tantangan yang sekarang ini harus kita hadapi secara bersama sama,” tegasnya.

Untuk itu melalui forum diskusi yang menghadirkan para nara suber dari berbagai bidang,pakar dan ahli dari sejumlah negara ini diharapkan akan melahirkan sebuah solusi bersama yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan atau rekomendasi bagi pihak pihak terkait dalam upaya bersama menangani berbagai isu, maupun tantangan kemanan kesehatan hewan dan manusia.

“Yang namanya penyakit menular itu kan dampaknya banyak. Jadi solusinya juga tidak bisa diselesaikan oleh ahli kesehatan hewan, dengan obat atau vaksin saja. Tapi juga harus dengan multi sector bidang ilmu lainnya untuk mengatasinya. Apa lagi kita juga tau bahwa penyakit tidak mengenal batas wilayah atau sebuah Negara. Sehingga kami berharap di sini kita saling bersinergi untuk mengatasi itu secara bersama sama melaui multi disiplin ilmu yang kami kuasai,” pungkasnya.(aris)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00