• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Pemprov DKI Dinilai Belum Mampu Tingkatkan Pengguna Angkutan Umum

15 October
21:50 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Pemprov DKI Jakarta dinilai bisa menggratiskan biaya transportasi masyarakat. Namun, Pemprov DKI juga harus bisa mengajak pengendara pribadi untuk beralih menggunakan angkutan umum. Sehingga, subsidi transportasi benar benar tepat sasaran dan dapat mengurangi kemacetan.

Hal itu disampaikan anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menanggapi usulan kenaikan subsidi anggaran transportasi atau public service obligation (PSO) pada tahun 2020.

"Nah kalau subsidi transportasi tiap tahun terus bertambah, harusnya pengguna angkutan umum juga bertambah, dan pengguna kendaraan pribadi berkurang," ujar Yuke Yurike kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (14/10/2019).

Yuke menilai, kunci utama dalam menarik minat penggunaan angkutan umum ialah integrasi. Menurutnya, dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran yang besar, sehsrusnya bukan hal yang sulit bagi Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan integrasi transportasi.

"Selain itu, gunakan teknologi, pakai aplikasi, semua ukuran dan hitungannya lebih akurat. Jangan sampai hanya demi mendapatkan subsidi, angkutan umum hanya berputar putar tanpa ada penumpang seperti Jak Lingko," katanya.

Berdasarkan data Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), DKI Jakarta mengusulkan anggaran subsidi transportasi sebesar Rp6,94 triliun untuk tahun 2020.

Anggaran tersebut di breakdown untuk subsidi Mass Rapid Transit (MRT) sebesar Rp938,59 miliar, Light Rail Transit (LRT) Jakarta Rp665,07 miliar, dan Transjakarta 5,34 triliun.

Pada tahun 2019, anggaran PSO untuk tiga moda transportasi itu hanya Rp3,7 triliun. Rinciannya, subsidi untuk MRT Jakarta Rp672,3 miliar, LRT Jakarta Rp278,3 miliar, dan Transjakarta Rp2,76 triliun.

“Usulan subsidi itu sah saja apabila dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, banyak masyarakat yang mengeluh karena kemacetan di Jakarta masih parah,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00