• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Sriwijaya Air Diminta Tak Jadi Kacang Lupa Kulit

19 September
15:42 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Hubungan kerja sama antara Garuda atau Citilink dan Sriwijaya Air yang terjalin sejak Oktober 2018 lalu menjadi renggang saat terjadi perombakan sejumlah Direksi Sriwijaya Air yang dilakukan secara sepihak.

Komisi VI DPR RI menilai Sriwijaya Air “lupa diri” setelah Garuda atau Citilink membantu membayarkan hutang triliunan rupiah kepada sejumlah BUMN dan mengangkat Sriwijaya Air dari kebangkrutan.

“Ketika itu kan Sriwijaya Air punya hutang ke Pertamina, ke Angkasa Pura juga, dengan hutang triliunan, sekarang saat sudah dibantu, mereka akan tendang Citilink dan Garuda,” ujar Anggota Komisi VI DPR RI, Inas Nasrullah Zubir, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Inas menilai, tindakan Sriwijaya Air yang melaporkan Garuda atau Citilink ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) tak berdasar. Karena sejak awal, disepakati bahwa Garuda dan Citilink yang mengelola Sriwijaya Air sebagai bagian dari kerja sama.

“KPPU harus tegas, artinya harus mengamankan benar-benar aset negara yaitu Garuda dan Citilink. Zaman sekarang jangan mau ditipu oleh swasta yang bermain api, kita tahu kan siapa yang punya Sriwijaya, si pengusaha timah itu kan,” ungkap Inas.

Terkait bagaimana Komisi VI DPR RI akan bersikap, lanjutnya, karena masa kerja DPR RI periode sekarang kurang dari dua pekan lagi, maka diperkirakan akan diproses oleh DPR RI periode selanjutnya pada Oktober mendatang.

“Kalau Komisi VI DPR RI sudah tidak memungkinkan karena waktu sudah mepet, ada beberapa undang-undang. Saya kira Komisi VI yang akan datang pada bulan Oktober yang akan undang. Harus bersikap dia,” tegasnya.

Namun, Inas mendesak Menteri BUMN untuk bersikap dan bertanggung jawab atas konflik Garuda atau Citilink dengan Sriwijaya Air ini. Karena, Menteri BUMN yang memberikan solusi kepada Sriwijaya Air dengan bergabung ke Garuda atau Citilink.

“Kementerian BUMN harus bersikap membela Garuda dan Citilink, karena yang memberi solusi itu kan Kementerian BUMN, sekarang Menterinya suruh tanggung jawab,” tutur Inas.

Ia juga mengimbau kepada pihak Sriwijaya Air untuk bersikap profesional, dan seolah lupa bahwa Garuda lah yang telah membantu Sriwijaya bangkit dari kebangkrutan. “(Sriwijaya Air) Jangan seperti kacang melupakan kulitnya,” pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00