• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Layanan Publik

Genre Komunitas BKKBN dan Prinsip UMKM

12 September
10:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Audiensi antara Gerakan Membangun Bangsa ( GMB) dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) dengan Kepala BKKBN berlangsung santai tetapi serius di Kantor pusat Halim pada Rabu  11 September 2019.

Mengenakan safari warna marun Hasto Wardoyo Ketua BKKBN yang baru menerima perwakilan dua lembaga tersebut dengan antusias. Ketua GMB Bonita, didampingi Sekjen GMB Sinar Shinta, menyampaikan sosialisasi pencegahan stunting beberapa waktu lalu dan siap bermitra dengan BKKBN untuk pembangunan SDM  unggul kedepannya. 

Bonita juga mengapresiasi kesuksesan program Keluarga Berencana semasa pemerintahan Presiden Suharto, dan menanyakan apakah masih bisa diterapkan dimasa sekarang khususnya kaum ibu milenial yang cenderung ingin memiliki banyak anak dan kurang antusias soal pemanfaatan ASI.

Hasto Wardoyo mengatakan persoalan stunting ini memang penting untuk generasi yang akan datang. 

Faktor-faktor pencegahan stunting ( kerdil) yang perlu diperhatikan : 
a. Jarak kehamilan 
b. Jumlah anak 
c. Usia ibu hamil jangan dibawah 20 tahun

BKKBN ada program bina keluarga balita dalam Renstra 5 tahun dan penyuluhan kepada masyarakat, yang rata- rata lama mengenyam bangku pendidikan hanya 8,6 tahun dan rata-rata SDM kita 60 % an pendidikan hanya sampai tingkat SMP. Hal ini memang menyedihkan. Mengapa pada jaman Orba sukses, karena tidak ada otda seperti sekarang. 

Istilah Posyandu sendiri harus dicarikan istilah milenialnya sehingga tidak menjadi tabu karena merasa kuno dan geli. Genre sendiri merupakan Komunitas Generasi Berencana yang di ciptakan BKKBN untuk advokasi generasi muda.

Francisca Sestri Sekjen LPER Mengatakan lembaganya memiliki visi Mendorong Masyarakat Mandiri dan Sejahtera. Sudah memiliki beberapa cabang khususnya unt membina para UMKM yang tersebar kebeberapa sektor kerajinan, pertanian, pariwisata dan seni. Telah menjalin kerjasama dengan BUMN, Kominfo,Dukcapil dan beberapa Pemprov seperti Jawa Tengah. Hal itu juga diapresiasi oleh Tantri Relatami selaku dewan pembina yang di hubungi terpisah oleh RRI, aktivitas LPER ini banyak menyentuh sektor riil ditingkat bawah seperti mediasi permodalan tanpa bunga kepada petani Banyumas dan perajin LPER Klaten rencana Belitung terdiri dari pelaku milenial.

dr. Hasto Wardoyo ahli kebidanan dan kandungan yang juga mantan Bupati Kulon Progo, mendengar UMKM langsung berbagi pengalaman saat menjadi nara sumber di PBB, dengan tema HUMAN ENTREPRENEURSHIP MODEL. 

Bahwa ekonomi kerakyatan yang dilakukan oleh para UMKM itu memiliki tujuan kesejahteraan : 
a. Hidup seperti sediakala 
b. Waktunya lama 
c. Tidak bekerja. 

Mereka memiliki pendapatan cukup dan rutin.  Menurut Nenden Esti yang juga Ketua bidang Hukum & Legal LPER bahwa lembaganya sdh memberikan training pada soal soal pemasaran, dan mengurus ijin edar, ijin ekspor sehingga kendala- kendala pemasaran dapat ditanggulangi.

  • Tentang Penulis

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

  • Tentang Editor

    Budi Prihantoro

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: budiprihantoro811@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00