• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

Koperasi Triara Synergi Transindo (TST) Siap Memajukan Dan Mensejahterakan Masyarakat

7 September
20:35 2019
1 Votes (2)

KBRN, Jakarta : Koperasi adalah suatu badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Oleh karena itu, terbentuknya dan berdirinya koperasi Triara Synergi Transindo (TST) untuk memajukan serta mensejahterakan masyarakat.

Koperasi bertujuan untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional. Ketua Pengawas Koperasi TST, Harry Tri Respati mengucap syukur atas terbentuknya Koperasi Triara Synergi Transindo pada awal September lalu.

"Kita berharap ke depan sinergi antara Koperasi TST dan produsen serta seluruh lapisan masyarakat khususnya dari tingkat kabupaten, menengah hingga nasional dapat berkesinambungan. Bidang usaha kami adalah trading, tambang dan jasa keuangan serta properti berlandaskan AD/ART koperasi" kata Harry dalam penyuluhan pendirian Koperasi Triara Synergi Transindo (TST) di Hotel Gren Alia Jakarta, Sabtu (7/9/2019). Turut hadir dari Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendirian Koperasi Kemenkop UKM, Arief Legowo dan anggota Cecep Suryadi dan dari Pengurus yaitu Sekretaris Donny Arijanto dan Bendahara Rebecca Manik. 

"Kami akan menghimpun dan membantu para produsen kita untuk meningkatkan taraf hidup agar lebih sejahtera dan maju seperti yang kita harapkan. Saat ini klasifikasi permodalan kita adalah permodalan menengah. Namun setahap demi setahap akan kami tingkatkan menjadi besar. Skalanya nasional. Bahkan kami punya target ke depan, menaikkan skala Koperasi TST dari nasional ke global sehingga dapat berkecimpung di tingkat internasional," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendaftaran dan Pendirian Koperasi Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Arief Legowo yang juga menjadi pembicara dalam penyuluhan tersebut mengatakan, Kemenkop UKM saat ini sedang melakukan pembenahan besar-besaran dalam hal tata kelola koperasi melalui Gerakkan Koperasi Keren. Selain akan lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas, melalui gerakkan ini Kemenkop juga mendorong koperasi di seluruh Tanah Air agar menyesuaikan diri dengan era digitalisasi berbasis 4.0. Guna memuluskan rencana tersebut Kemenkop UKM yang dipimpin Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga juga telah mengajukan revisi terhadap Undang-undang tentang koperasi No 25 Tahun 1992 ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Sejalan dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, Pak Menteri tidak mau lagi yang namanya koperasi itu banyak. Tetapi maunya berkualitas. Jadi kita lakukan revitalisasi koperasi. Kita juga mendorong seluruh gerakkan koperasi yang ada di Tanah Air untuk memajukan koperasinya lewat digitalisasi," kata Arief. "Ke depan koperasi harus menerapkan sistem administrasi berbasis IT," tambahnya.

Tidak hanya itu, Kemenkop UKM juga gencar mendorong revitalisasi koperasi sesuai instruksi Presiden Joko Widodo sejak 2014. Pada 2019 ini Kemenkop UKM menargetkan akan membubarkan sebanyak 35 ribu koperasi yang dinilai tidak mapan dan tidak menjalankan kaidah-kaidah koperasi. "Dalam data kami total ada 15 juta koperasi di seluruh Indonesia. Sejauh ini baru 15 ribu koperasi yang kita bubarkan. Belum sesuai target karena masih banyak kendala," papar Arief.

"Melalui dinas-dinas di daerah kita sudah instruksikan untuk melakukan revitalisasi koperasi. Yang tidak menjalankan kaidah-kaidah koperasi kalau bisa ditindak. Sekarang Kemenkop UKM sedang gencar melakukan pembenahan seluruh gerakkan koperasi. Koperasi harus menjadi wadah yang bisa menampung aspirasi seluruh masyarakat untuk pengembangan perekonomian di Indonesia. Dalam rangka memperingati HUT ke-60 Koperasi, Kemenkop UKM punya motto Koperasi Keren," tukasnya. Sebagai penutup, Arief menyambut baik gagasan pendirian Koperasi Triara Synergi Transindo. Dia berharap Koperasi TST dapat berkembang maju.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00