• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ulasan

Ujang Muhammad : Calon Menteri Jokowi - Amin Harus Seorang Eksekutor Dan Ahli Dalam Bidangnya

27 August
20:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: “Dengan sering terjadinya konflik dan sengketa agraria disuatu daerah akan dapat mengurungkan niat investor berinvestasi didaerah tersebut. Tentunya kondisi itu berdampak terhadap kemajuan dan kesejahteraan,” Direktur Eksekutif Lingkar Maqra Cendekia Ujang Muhammad menegaskan hal itu di Jakarta, hari ini, Selasa (27/08/2019)

Ujang mengungkapkan konflik dan sengketa pertanahan serta permasalahan kehutanan di Indonesia menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Isu lingkungan hidup, ilegal loging selalu menjadi permasalahan rutin Indonesia bahkan masalah yang kompleksitasnya sangat rumit bisa menimbulkan konflik horizontal yang berkepanjangan dan menimbulkan korban jiwa bahkan kerugian bagi masyarakat.

Ujang menilai timbulnya konflik sengketa pertanahan, kehutanan menunjukan lemahnya reformasi agraria dan tata ruangan di Indonesia. Untuk itu diperlukan terobosan, inovasi dalam memecahkan permasalah tersebut.

“Program sertifikasi tanah yang dilakukan oleh Presiden RI. Ir. Joko Widodo merupakan solusi dalam menyelesaikan permasalahan itu. Namun program sertifikasi tanah yang diprogramkan oleh Kementerian ATR/BPN haruslah ditingkatkan kembali. Karena selain butuh peran pemerintah juga diperlukan peran masyarakat,” jelasnya.

Maka sesuai dengan kriteria calon Menteri yang disampaikan oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo, lanjut Ujang, seorang menteri haruslah memiliki keberanian eksektutor dan memiliki managerial yang baik.

Menyikapi tuntutan itu, menurutnya, Didik S. Setyadi merupakan seorang profesional dan praktisi yang sudah berpengalaman dalam menyelesaikan masalah-masalah konflik pertanahan, kawasan hutan serta konflik horizontal.

"Selain kompeten dalam bidang agraria dan kehutanan juga sangat profesional dibidang hukum. Terbukti karir dan karyanya dalam mencari solusi atas konflik pertanahan telah dibukukan dengan judul buku “Resolusi Konflik - Konflik Kegiatan Industri Hulu Migas vs Masyarakat Sekitar”, “Aspek Hukum Adminitrasi Kegaiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi” merupakan kisah kisah perjalanan penulis dalam menyelaskan konflik agrarian dan masyarakat sekitar.

"Ini menurut saya merupakan elaborasi kompetensi dan kualifikasi dari keilmuan dan pengalaman yang matang. Dengan melihat sekelumit latar belakang diatas, maka Didik S.Setyadi merupakan calon menteri eksekutor yang profesional dan kompeten dalam bidangnya,” tegasnya.

Ditambahkan Ujang, dalam menilai konflik agraria, pemasalahan hutan, tata ruang merupakan masalah yang banyak ditemui dalam industri hulu migas banyak berkembang dan terjadi dimasyarakat apalagi mafia-mafia tanah, kebakaran hutan, recovery daerah kawasan tambang.

"Maka perlu suatu kerangka kerja yang sistematis dan terstruktur serta terobosan dan inovasi dalam menyelaskan masalah tersebut," ujarnya.

Kalau kita melihat masalah tanah, lanjut Ujang, tata ruang dan kehutanan hampir semua berkaitan dengan masyarakat adat, lokal.

“Oleh karena itu perlu adanya sebuah srategi dan resolusi atau win-win solusion, praktek dan pengalaman itu telah saya temukan dalam buku yang di tulis oleh Didik S. Setyadi. Tapi itu semua kembali kepada Pak Presiden karena pengangkatan Menteri merupakan hak prerogratif Presiden,” Tandasnya. (IRV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00