• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Metropolitan

Pulau Sibera Pulau terluar dan terjauh di Kepulauan Seribu merupakan bagian dari DKI Jakarta

18 August
14:12 2019
0 Votes (0)

KBRN,Jakarta _ Sebira adalah nama pulau yang berada paling utara dalam gugusan pulau-pulau di Kepulauan Seribu. Pulau dengan luas sekitar 9,5 hektare ini pada Sabtu (17/8/2019) dijadikan lokasi upacara HUT RI ke-74 oleh Pemkab Kepulauan Seribu.


Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad mengatakan " dari obrolan saya dengan warga Pulau Sebira sebelum upacara HUT RI, saya baru tahu kalau kata Sebira merupakan akronim dari kalimat 'Sabar dan Gembira'," kata Murad di Jakarta,Minggu, 18/08/2019

Ia menambahkan, persamaan kata sebira yang berarti sabar dan gembira  muncul akibat kondisi yang harus dihadapi masyarakat Pulau Sebira di masa lalu, karena kala itu belum ada kapal yang melayani penyeberangan dari Pulau Sebira ke Jakarta, dan sebaliknya.
Akibatnya, ketika warga ingin ke Jakarta untuk membeli berbagai kebutuhan atau untuk menjual ikan hasil olahannya, mereka harus menempuh perjalanan selama berhari-hari dengan naik kapal layar atau kapal dayung.

"Selama perjalanan pergi dan pulang, mereka harus menghadapi cuaca yang tidak menentu dan gelombang laut yang tinggi. Ketika tiba lagi di pulau,  mereka gembira. Itu sebabnya nama pulau yang mereka huni dinamai Sebira, akronim dari kalimat Sabar dan Gembira," jelas Murad.

Mantan Walikota Jakarta Utara itu menambahkan, karena kini kondisi di Pulau Sebira sudah berubah, dimana kini telah ada kapal milik Dinas Perhubungan yang melayani rute Pulau Sebira - Pelabuhan Kaliadem dan sebaliknya, akronim itu sudah tidak cocok lagi.

"Apalagi karena jika dulu di Pulau Sebira tidak ada listrik,  air bersih dan sekolahan, kini sudah ada," lanjutnya. Maka, kata Murad, atas kesepakatan dengan masyarakat di pulau itu, akronim 'Sabar dan Gembira' ganti dengan akronim yang memiliki energi optimisme dan rasa syukur,  yakni 'Semua Gembira".
Penduduk Pulau Sebira yang berjumlah 500 jiwa mayoritas berprofesi sebagai nelayan. Hasil tangkapan mereka terutama ikan selar yang diolah menjadi ikan asin dan  mereka pasarkan hingga Bogor dan Bandung. Pesona Pulau Sebira yang lain adalah sebuah mercusuar yang dibangun pada 1869 atau pada masa kolonial Belanda. Mercusuar itu bernama Noord Wachter atau Penjaga Utara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00