• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ulasan

Afektifitas Penggunaan Anggaran Dipertanyakan, LSM GMPLH Desak BPK Audit Keuangan PDAM Depok

13 August
18:26 2019
1 Votes (5)

KBRN, Depok: Meski kesulitan menambah pelanggan baru, PDAM Tirta Asasta Kota Depok terus gencar melakukan pemasangan pipa distribusi baru, pemeliharaan pipa lama hingga booster pipa PDAM. Hal itu untuk meningkatkan volume distribusi air PDAM serta memperluas diakses PDAM ke masyarakat.

Bahkan untuk mencapai target 100.100 pelanggan baru, Pemkot Depok menyertakan penanaman modal yang bersumber dari APBD Depok ke PDAM sebesar Rp495 miliar. Dana ini yang semula direncanakan cair bertahap selama 5 tahun dari 2017-2022 namun ternyata hingga Juli 2019 sudah dicairkan sebesar Rp462 miliar.

"Iya PDAM sudah mencairkan dana penyertaan modal sebesar Rp462 miliar. Yang Rp100 miliar baru cair Juli 2019 ini," kata Kepala Bidang Akutansi Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Ahmad Karyaman, kepada RRI, Selasa (13/08/2019).

Pertanyaannya untuk apa?

Sebab dari sumber yang dapat dipercaya, penyerapan PDAM untuk pemasangan baru, booster maupun pemeliharana pipa PDAM hingga pertengahan 2019 baru terserap sebesar Rp245 miliar lebih. Lalu kemana sisa dana itu ditaruh?

Ada kabar dana itu di deposito kan oleh Dirut PDAM Olik Abdul Holik ke bank-bank pemerintah. Lalu kemudian untuk dipetik bunganya untuk dimasukkan sebagian untuk memenuhi target pendapatan PDAM per tahun.

Jika ditinjau dari segi efektifitas penggunaan anggaran, banyak proyek PDAM tidak memperoleh palanggan baru sesuai dengan harapan. Banyak pemasangam pipa ke perumahan tidak mencapai target peminat 20%.

Diperumahan Maharaja misalnya dari 2.000 warga disana hanya 250 rumah tangga yang menggunakan air PDAM (17%). Kemudian di perumahan Puri Insani, Grand Depok City cuman ada 1 (0.5%) pelanggan dari 200 rumah tangga yang ada padahal sudah 1 tahun lebih.

"Iya, banyak jaringan yang terpasang di perumahan tidak sesuai dengan harapan. Padahal biaya masang pipa kesana udah berapa? Wajarnya minimal 35-40% lah pasang PDAM ditiap perumahan baru bisa balik belanja modal," jelas sumber RRI di PDAM yang enggan disebutkan namanya.

Tahun 2019 ada 7 perumahan yang sudah terpasang pipa distribusi PDAM dan siap untuk melayani sambungan rumah tangga. Lagi-lagi bagian pemasaran PDAM kesulitan menarik animo warga perumahan beralih ke PDAM karena mereka rata-rata masih menggunakan air tanah.

Disaat yang sama, ada 13 perumahan yang saat ini sedang dalam pembangunan pipa distribusi dengan harapan dapat menarik animo masyarakat jadi pelanggan PDAM.

"Yang sudah terpasang aja mereka susah jualannya. Ini mau pasang pipa lagi di 13 perumahan yang belum tentu mereka bakal mau pakai air PDAM? Berapa miliar anggaran terbuang sia-sia dan ngga bakal balik modal kalau mereka ngga beralih ke PDAM?. Ini perencanaannya bagaimana," kata Ketua Gerakan Masyarakat Pelestari Lingkungan Hidup (GMPLH) Jamal, kepada RRI di PN Depok.

Jamal mendesak Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk segera mengaudit keuangan PDAM. Sebab dia menduga ada unsur dipaksakan terhadap semua proyek PDAM sejak 2017-2019 dengan dalih PDAM bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.

Sebab sejak disahkannya Perda Penyertaan dan Penanaman Modal ke PDAM tahun 2016 sebesar Rp495 miliar. Pelanggan PDAM hanya bertambah rata-rata 3.000 sambungan per tahun.

Artinya selama 3 tahun sejak 2017-2019 pelanggan PDAM hanya bertambah sebanyak 9.000. Sedangkan dana penyertaan modal yang sudah dicairkan PDAM sebesar Rp462 miliar per Juli 2019.

"Efektifkah dana Rp462 miliar, digunakan PDAM, karena cuman bisa nambah 9.000 pelanggan, selama 3 tahun dari target 100.100 pelanggan baru hingga 2022? Kemudian dari Rp462 miliar dana yang telah dicarikan baru Rp245 miliar yang terserap Rp217 miliarnya kemana?. Akuntabilas dan transparansi aliran dananya ini yang perlu di Audit BPK," ungkap Jamal.

Baca juga: Kesulitan Tambah Pelanggan, PDAM Depok Turunkan Target Pendapatan Hingga Rp6 Miliar

Terpisah, Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Tirta Asasta Kota Depok Hardiono menyatakan jika PDAM telah di audit oleh akuntan publik. Hasilnya wajar tanpa pengecualian (WTP) atau dengan kata lain aliran keuangan PDAM dinilai sehat.

"Sudah diaudit akuntan publik yang independen dan hasilnya WTP. berarti keuangan PDAM dinilai sehat," ujar Hardiono singkat.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok Olik Abdul Holik enggan berkomentar ketika dikonfirmasi RRI melalui pesan whatsapp. (RL)

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00