• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nama & Peristiwa

Pemuda Demokrat Indonesia Tidak Ingin Ada Dualisme Kepemimpinan

20 May
19:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bekasi : Sehubungan dengan arahan Ketua Umum dan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Demokrat Indonesia melakukan konsolidasi internal (Pertemuan Perdana DPP) sekaligus menjalin tali silaturahmi lewat acara buka puasa bersama di Rumah Makan Pondok Indah Raya, Jalan Wibawa Mukti II Nomor 3 Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Umum Pemuda Demokrat Indonesia, Fandi Utomo mengatakan, selain melakukan konsolidasi, Pemuda Demokrat Indonesia juga memantapkan agenda penting Pemuda Demokrat terutamanya tentang ideologi Pancasila dan Marhaenisme. Sebab, hal itu belum sepenuhnya tersuplementasikan.

"Maka dari itu, Pemuda Demokrat Indonesia  memikirkan hal itu, khususnya nanti menyambut hasil pada tanggal 22 Mei. Kita tidak ingin ada dualisme kepemimpinan seperti di Venezuela, dimana Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai Presiden namun Nicolas Maduro sudah lebih dulu dilantik sebagai Presiden yang sah berdasarkan konstitusi di negara warisan Hugo Chavez tersebut," katanya melalui rilis yang diterima RRI, Senin (20/5/2019).

Saat ini, lanjut Fandi pihaknya juga sedang melakukan perekrutan anggota baru. "Kita juga menghimbau kepada seluruh jajaran pengurus dengan harapan memberikan kontribusi yang baik, baik buat Pemuda Demokrat Indonesia, masyarakat dan Negara," katanya.

"Momentum 2020 nanti, kita akan mencoba memberi kontribusi buat ketenagakerjaan, revolusi industri yang berdampak pada sosial dan ekonomi budaya. Kesatuan, ketahan maupun amanat UUD 45 akan kita prioritaskan," tambahnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua DPP Pemuda Demokrat Indonesia, King Vidor, mengaku pihaknya siap mengawal bangsa (NKRI) ini agar bisa menjadi mercusuar dunia. 'Kami pernah di injak, digilas dilebur jadi debu. Tapi kami tetap ada," ujar King yang saat ini juga masih menjabat sebagai Ketua DPC Pemuda Demokrat Indonesia Kota Bekasi.

Semetara, Handoko, Sekjen Pro Jokowi (Projo) mengatakan bahwa proses Pemilu jangan lagi membawa kita mundur didalam berdemokrasi. "Kami sangat mengupayakan marwah demokrasi tetap terjaga. Kita juga sangat menyayangi konflik yang terjadi di internal para elit," pungkasnya.

Pemuda Demokrat Indonesia didirikan pada tanggal 31 Mei 1947 di Solo oleh tokoh-tokoh yang berjiwa nasionalis dengan semangat kebangsaan yaitu Mohammad Isnaeni, Maridi Daukusumo, Slamet Joyowijaya, Suyatso dan Subagiorekso, dengan berasaskan Sosio-Nasional Demokrasi bersifat terbuka anti kapitalisme, imperialisme, kolonialisme dan feodalisme.

Pemuda Demokrat Indonesia merupakan salah satu organisasi pemuda yang turut andil mendirikan wadah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) pada Deklarasi Pembentukan KNPI tanggal 23 Juli 1973.

Dalam kurun waktu 1947 s/d sekarang Pemuda Demokrat Indonesia sudah 13 (tiga belas) kali melaksanakan Kongres, suatu prestasi yang baik sekaligus sebagai bukti eksistensi Pemuda Demokrat Indonesia dalam Pertahanan Negara untuk mempertahankan dan mengamankan Republik Indonesia dari gangguan kelompok-kelompok yang tidak ingin Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri dengan kukuh.

Serta sebagai wujud kesadaran akan tanggung jawab pemuda Indonesia dalam mengerahkan segenap upaya dan kemampuan untuk menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. (erikh)

  • Tentang Penulis

    Erik Hamzah, SH

    Reporter RRI Jakarta. email : erik.hamzah@gmail.com

  • Tentang Editor

    Erik Hamzah, SH

    Reporter RRI Jakarta. email : erik.hamzah@gmail.com

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00